Minggu, 10 Agustus 2025
Rabu, 30 Juli 2025
Seleksi Alfamart Class SMK PGRI 1 Giri Banyuwangi
Setiap tahun ajaran baru, SMK PGRI 1 Giri Banyuwangi bersama Tim Alfamart Cabang Jember mengadakan seleksi kelas alfamart (Alfamart Class) kepada siswa/siswi kelas 10 jurusan Pemasaran. Hal ini dilakukan untuk menjaring calon-calon karyawan yang nantinya akan bekerja di Alfamart sebagai Crew Store. Selain itu, SMK PGRI 1 Giri sudah menjalin kerja sama dengan PT Alfamart, sehingga "Alfamart Class" merupakan program dari PT Alfamart untuk sekolah-sekolah yang menjalin kerja sama. Keunggulan dari program Alfamart Class ini siswa siswi yang lolos seleksi akan dibimbing oleh guru dan tim Alfamart Jember tentang bisnis ritel Alfamart. Selain itu, siswa siswi yang tergabung di Alfamart Class nantinya ketika melaksanakan kegiatan Praktik Kerja Lapang (PKL), akan ditempatkan Toko Alfamart di seluruh area Banyuwangi. Setelah lulus dari sekolah, siswa siswi tersebut akan langsung bekerja di Alfamart tanpa melalui seleksi lagi dan mendapat grade 4.
Rabu, 30 Juli 2025 dilaksanakan kegiatan seleksi Alfamart Class di ruang Meeting Room. Kegiatan seleksi ini diikuti oleh 60 siswa siswi kelas 10 jurusan Pemasaran. Mereka tampak antusias dan mengikuti intruksi dari Tim Rekrutmen Alfamart Cabang Jember. Seleksi ini terdiri dari 2 tahap dengan sistem gugur, yaitu tahap psikotes dan tahap interview. Tahap psikotes ini berisikan tes tulis pengetahuan berhitung dan kepribadian. Dan tahap interview ini siswa siswi diminta memperkenalkan diri dan menjawab beberapa pertanyaan dari tim rekrutmen. Jika lolos pada tahap psikotes, maka dapat melanjutkan pada tahap interview. Pengumuman lolos tidaknya siswa siswi yang tergabung di Alfamart Class disampaikan pada saat itu juga. Ada perasaan senang dan lega bagi siswa siswi yang diumumkan dirinya lolos, dan juga ada perasaan sedih untuk mereka yang belum rezeki untuk lolos.
Harapan dari kegiatan seleksi Alfamart Class ini adalah mencari siswa siswi yang sesuai kriteria untuk nantinya setelah lulus dapat langsung bekerja di Alfamart. Tentunya ini juga didukung dengan komitmen dan semangat mereka untuk mau belajar dan berusaha, sehingga keinginan mereka yang setelah lulus dapat langsung bekerja dapat terwujud.
Selasa, 30 April 2024
Kata - Kata Hari Ini
Nama :
Kelas :
Sekolah :
"Jangan menunggu seseorang yang tidak pasti"
Jumat, 12 Agustus 2022
Selasa, 28 September 2021
Memandang Diri Dengan Self Concept
Menurut
Harlock, self concept (konsep diri)
mengandung pengertian ungkapan gambaran seseorang mengenai diri sendiri yang
merupakan gabungan dari keyakinan fisik, psikologis, sosial, emosional
aspiratif, dan prestasi yang telah dicapai. Self
concept dapat berarti menggambarkan siapa diri kita berdasarkan apa yang
kita lihat. Misalnya saja, kita mempunyai anggapan, “saya adalah seorang yang
pintar”, dapat diartikan kita punya pandangan (self concept) bahwa kita adalah orang yang pintar.
Kita
bisa mengelola rasa minder melalui self
concept dengan cara memandang diri kita adalah orang yang mampu. Beberapa
manfaat yang didapatkan saat kita memiliki self
concept, yaitu kita percaya bahwa bisa melakukan sesuatu yang belum
terpikirkan sebelumnya, membantu kita dalam mencapai goal atau tujuan dalam hidup, menghindari sikap atau pun pemikiran
yang dapat menghambat apa yang kita inginkan. Selain itu, dengan self concept yang baik akan memengaruhi
bagaimana kita melihat fisik kita dalam menghadapi tantangan dan masalah
sehari-hari.
Pandangan
terhadap diri saya adalah bahwa saya memiliki kepribadian introvert, meskipun
terkadang beberapa orang mengatakan saya bisa keluar dari zona nyaman saya.
Saya selalu mencari wawasan lebih dalam tentang introvert, apa yang disukai,
kegiatan apa yang cocok dilakukan, pekerjaan apa yang sesuai dan lainnya. Hal
itu untuk saya jadikan kekuatan jika ada seseorang yang menganggap aneh
kepribadian introvert. Terkadang mengapa kita bisa terlalu memikirkan perkataan
negatif orang lain terhadap kita, karena kita belum mengenali siapa kita dan
bagaimana kita sebenarnya. Coba kita mencari tahu apa kepribadian kita dan
kelebihannya, kita pasti akan santai dalam menjalani kehidupan tanpa
memusingkan apa kata orang.
Seperti
makna dari self concept tentang cara
memandang diri, maka saya memandang diri sendiri dengan, “saya seorang yang introvert tetapi saya bisa berkarya dan juga mampu
berkegiatan sosial dengan orang banyak.” Jika orang lain mulai memandang
sifat saya yang terlalu pendiam, tidak banyak bicara, penyendiri, maka akan
saya buktikan dengan sebuah karya, membuktikan dengan saya aktif melakukan
kegiatan dan tidak malu berbicara di depan orang banyak.
Tantangan Menulis Opini Cerpen
Cerpen
karya Achmad Ikhitiar yang berjudul “Setelah Tetua Pergi” becerita tentang
sebuah rumah atau wilayah yang di dalamnya ditinggali oleh banyak orang, di
antaranya ada yang disebut Tetua. Dari sini cerita berkembang bahwa untuk bisa
menempati rumah atau wilayah tersebut harus ada pengurangan penghuni. Dan Tetua
tersebut mengatakan harus ada pertumpahan darah sehingga dapat menempati lama,
namun hal itu dilakukan harus secara alami. Di sini penulis menceritakan bahwa
untuk dapat mempertahankan suatu wilayah ada yang harus dikorbankan dan akan
ada pertumpahan darah, sedangkan yang lain seakan tunduk pada Tetua dan
mengikutinya. Namun di sini diceritakan pula bahwa Tetua dan yang lainnya
tiba-tiba meninggalkan tempat begitu saja seakan takut dengan tokoh lelaki yang
duduk di ruang tengah. Entah bagaimana akhirnya tidak terjadilah pertumpahan
darah yang direncanakan. Sehingga di akhir diceritakan adanya perdamaian di rumah
tersebut dan dapat ditinggali dengan aman.
Senin, 27 September 2021
Menilai Diri Melalui Self Esteem
Menurut
Coopersmith, self esteem adalah
evaluasi yang dibuat oleh individu dan biasanya berhubungan dengan penghargaan
terhadap dirinya sendiri, hal ini mengekspresikan suatu sikap setuju atau tidak
setuju dan menunjukkan tingkat di mana individu itu meyakini diri sendiri
mampu, penting, berhasil, dan berharga. Selain itu, Atwater juga mengungkapkan
bahwa sebenarnya self esteem adalah
cara seseorang merasakan dirinya sendiri, di mana seseorang akan menilai
tentang dirinya sehingga memengaruhi perilaku dalam kehidupannya sehari-hari.
Seseorang yang memiliki self esteem
yang tinggi, lebih menghargai dirinya atau melihat dirinya sebagai sesuatu yang
bernilai dan dapat mengenali kesalahan-kesalahannya, tetapi tetap menghargai
nilai-nilai yang ada pada dirinya.
Lebih
singkatnya, kita dapat mengartikan self
esteem itu adalah penghargaan terhadap diri sendiri. Mengapa rasanya
penting untuk mengetahui self esteem
dalam me-manage rasa minder? Karena
tanpa kita sadari, kita masih belum sepenuhnya memberi penghargaan untuk diri
kita sendiri. Sekarang, siapa yang lebih memahami dirimu sendiri jika bukan
dari diri kamu. Dengan adanya self esteem
yang terbentuk dalam diri, kita bisa menilai diri kita yang sebenarnya.
Penghargaan
terhadap diri sendiri juga bisa berupa menjaga kesehatan mental kita dari
pikiran atau perasaan negatif, memberikan asupan wawasan dengan membaca buku,
makan makanan bergizi, tidak terlambat makan, serta melakukan refreshing. Iya kita menghargai diri
kita dengan diisi kegiatan bermanfaat agar kita tidak menjadi orang yang
sia-sia. Coba seandainya kita mogok makan hanya karena kritik orang lain terhadap
kita, maka kita yang sulit karena akan sakit dan tidak bisa melakukan aktivitas
yang biasa dilakukan.
Seseorang
dengan self esteem yang rendah
memiliki rasa kurang percaya diri untuk menilai kemampuan dalam dirinya. Hal
itu akan membuat ia tidak mampu menunjukkan potensi di lingkungan sosialnya,
sehingga menimbulkan perasaan yang inferior juga kurang mampu menerima dirinya.
Berbeda dengan seseorang yang memiliki self
esteem tinggi. Seseorang dengan self
esteem yang tinggi dapat mengenali lebih dalam tentang dirinya sendiri. Hal
itu akan menciptakan sikap yang lebih optimis dan lebih baik bagi seseorang
dengan self esteem yang tinggi.
Perlahan Tumbuhkan Self Confidence
Definisi
percaya diri (self confidence),
menurut Lauster adalah diperoleh dari pengalaman hidup. Kepercayaan diri
merupakan salah satu aspek kepribadian yang berupa keyakinan akan kemampuan
diri seseorang sehingga tidak terpengaruh oleh orang lain dan dapat bertindak
sesuai kehendak, gembira, optimis, cukup toleran, dan bertanggung jawab.
Lauster juga menambahkan bahwa kepercayaan diri berhubungan dengan kemampuan
melakukan sesuatu yang baik. Hal seperti itu membuat individu tidak pernah
menjadi orang yang mempunyai kepercayaan diri yang sejati. Bagaimanapun
kemampuan manusia terbatas pada sejumlah hal yang dapat dilakukan dengan baik
dan sejumlah kemampuan yang dikuasai.
Dapat
diartikan bahwa self confident adalah
rasa percaya pada kemampuan diri yang bisa digunakan untuk melakukan sesuatu
dan memanfaatkannya secara tepat. Kepercayaan diri itu tidak langsung melekat
begitu saja, melainkan ada faktor-faktor yang memengaruhi yaitu berasal dari
pengalaman-pengalaman sejak kecil bagi individu. Kepercayaan diri termasuk
sikap positif seorang individu, karena ia memampukan dirinya untuk
mengembangkan nilai positif.
Barangkali
ada yang memiliki pemikiran, mengapa seseorang bisa tampil begitu sangat
percaya dirinya? Apakah ia tak pernah merasakan minder atau pun rasanya
pesimis? Kita kembali lagi pada definisi percaya diri itu sendiri, seseorang
tidak mungkin menyebutkan dirinya unggul dalam suatu bidang tanpa ia belum
menyelami bidang tersebut. Sama halnya dengan perumpamaan itu, seseorang yang
percaya diri itu sadar bahwa ia memiliki kemampuan, kemudian ia mendalami
sampai benar-benar mahir dan timbullah rasa percaya diri, karena apa? Karena
seseorang itu telah menguasai ketakutan serta keraguannya dalam bidang yang ia
geluti. Tetapi kita saja yang lupa, bahwa kita seringkali mengagumi rasa percaya
diri seseorang atas keberhasilan dari bidang yang ia geluti, sedangkan aura
kepercayaan diri kita tertutup dengan ketidaksadaran kita melihat kemampuan
diri kita sendiri.
Self confident
perlahan terbentuk dalam diri ketika saya berani meng-upgrade diri dengan kegiatan-kegiatan yang bermanfaat dan itu bisa
menumbuhkan self confident. Jika kita
berani mengambil pilihan besar dan kita yakini hal itu adalah terbaik, maka
kita akan selangkah lebih maju dari orang yang masih takut untuk memulai.
Sabtu, 25 September 2021
Kuatkan Self Love Dalam Diri Kalian
Self
Love,
menurut Monica Sulistiawati, seorang psikolog mengartikan self love atau mencintai diri sendiri adalah berusaha menerima diri
sendiri apa adanya. Self love juga
diartikan merupakan keadaan penerimaan diri terhadap segala kelebihan dan
kekurangan, memberikan dukungan pada diri sendiri, menghargai diri sendiri, berusaha
berbuat baik untuk diri sendiri, dan berusaha memaafkan diri sendiri.
Self
love
penting sekali dalam mengelola rasa minder dalam diri. Kita perlu menerima
bahwa setiap orang memiliki kelebihan dan kekurangan. Kelebihan yang kita miliki
bisa menjadi fondasi kita untuk memaksimalkan potensi kita, sedangkan
kekurangan bisa kita jadikan motivasi dan penyemangat untuk terus maju.
Dukungan dan menghargai diri sendiri juga perlu, saat tidak ada orang lain yang
mendukung maka orang yang pertama kali dengan gigih mendukung adalah diri kita
sendiri. Berusaha berbuat baik untuk diri sendiri adalah kita selalu menanamkan
perasaan yang positif dalam diri kita agar terus maju. Selain itu, berusaha
memaafkan diri sendiri adalah kita tidak menyalahkan diri kita atas kegagalan
yang terjadi. Semua hal tersebut akan membuat kita selalu bersyukur tanpa
membandingkan diri kita dengan orang lain.
Bagaimana caranya kita
tahu bahwa kita telah memiliki dan mendalami arti self love itu? Yaitu ketika suatu hal yang kita lakukan dilandasi
dengan hati yang tulus dan tanpa terbebani. Selanjutnya, apapun hasil yang
telah kita lakukan, kita dapat menerimanya dengan senang hati dan lapang dada.
Jika hasilnya tidak maksimal, tentunya kita menghadapinya dengan tidak marah
atau menyalahkan orang lain, melainkan melakukan evaluasi diri sembari terus
memperbaiki diri. Hal ini saya coba terapkan dalam diri saya, agar saya mampu
menerima kelebihan juga kekurangan yang melekat. Secara fisik mungkin masih
jauh dengan stigma perempuan cantik itu yang bagaimana. Saya hanya perlu
mencintai diri saya yang apa adanya sembari merawat diri, karena dengan saya
mensyukuri diri sendiri maka minim sekali untuk membandingka dengan orang lain.
Jumat, 24 September 2021
Kampus Adalah Ranah Pendewasaan Diri
Setelah diumumkan bahwa saya lolos, dengan
rasa senang dan syukur saya menceritakan kepada kedua orang tua. Kedua orang
tua dan adik saya merasa senang sekali mendengar kabar itu sembari memberikan
ucapan selamat. Tetapi, perjuangan masih terus berlanjut setelah itu, masih ada
cerita yang saya lalui. Setelah pengumuman itu, ada tahap–tahap yang harus saya
ikuti untuk resmi menjadi mahasiswa baru. Saya dengan didampingi ayah saya
mengikuti tahap verifikasi online.
Ayah saya begitu sabar menemani saya, hal yang mengharukan bagi saya. Selain
itu, setelah tahap verifikasi adalah tahap registrasi, tahap itu tidak perlu
didampingi orang tua dan saya berangkat sendiri. Sepanjang alur
verifikasi bahkan mencari kos, tidak lepas dari dampingan ayah
saya. Ayah saya selalu terlibat dalam perjalanan hidup saya. Hingga
tiba akhirnya masa ospek dimulai. Kalau di universitas saya dinamakan
Pengenalan Kehidupan Kampus (PK2).
Saat PK2 saya mulai mengenal teman – teman yang baru. Teman – teman baru
yang saya kenal adalah satu fakultas dengan saya tetapi beda jurusan. Saya juga
menanyakan tempat asal tinggal dan kosnya. Masa ospek yang berlangsung selama
kurang lebih seminggu, cukup melelahkan untuk saya karena jadwal yang dimulai
dari pagi sampai sore dengan mengenakan seragam putih hitam dan kaos PK2. Tetapi,
itu bisa menjadi kenangan tersendiri bagi saya. Selain itu, ada kegiatan
wawasan kebangsaan oleh SECABA. Itu masuk dalam serangkaian kegiatan Ospek.
Pada saat PK2, saya dikenalkan dengan Sistem Kredit Semester (SKS), Kartu
Rencana Studi (KRS), sampai pada mata kuliah yang dipilih.
Usai kegiatan PK2, sampailah pada hari pertama berkuliah. Seingat saya,
hari pertama kuliah saya dibuka dengan mata kuliah Pengantar Akuntansi 1.
Rasanya canggung sekali, rasanya tidak pernah membayangkan, seorang saya bisa
kuliah, bisa duduk di kelas untuk menerima materi perkuliahan. Dan itu memang
terjadi. Tidak ada hal yang tidak mungkin asal niat dan tekun serta jangan lupa
berdoa. Saya jalani perkuliahan dengan hati yang semangat, karena jarak dari
kos menuju kampus fakultas saya lumayan dekat, cukup berjalan kaki saja. Awal –
awal berkuliah rasanya seperti santai saja, belum terlalu banyak tugas yang
menumpuk. Tetapi beberapa bulan ke depan, banyak hal harus dikerjakan. Dan itu
pentingnya manajemen waktu yang baik.
Introvert Yang Dianggap Sebelah Mata
Perempuan pendiam dan
tak banyak bicara. Mungkin ciri-ciri tersebut cocok
disematkan untuk diri saya. Pendiam, banyak orang yang mengenal saya terutama
teman – teman di bangku sekolah dengan sifat itu. Bahkan tak jarang memberikan
label ‘kuper’ kurang pergaulan. Saya
rasa mereka mungkin benar, saya merasa bahwa aku berbeda. Tak suka dengan
pembicaraan panjang, lebih memilih menarik diri, juga terkadang bisa sangat
sensitif. Saya selalu kesulitan untuk membaur dengan teman – teman. Banyak
stigma negatif yang terlontar pada saya, bahkan tak sedikit yang menjauhi.
Sejak saat itu saya cenderung tidak dapat percaya dengan orang, hanya orang tertentu
saja yang menjadi teman saya. Itu yang membuat saya sulit memahami diri saya
sendiri. Namun, itu semua saya hadapi dengan sikap cuek dan bodo amat saja.
Lambat
laun saya mulai mengenal apa itu introvert. Saya mencari arti kata itu melalui
laman google pencarian, introvert
adalah orang yang berorientasi ke ‘dalam’ diri mereka sendiri. Maksudnya adalah
si introvert bisa menghabiskan waktu dengan merenung dan berpikir dalam
pikirannya sendiri. Selain itu, ia tidak bisa lama – lama berinteraksi dengan
orang lain. Iya, saya merasakan hal itu, saya lebih banyak memendam daripada
membicarakan langsung.
Meskipun
ternyata ada pengertian jelas tentang sifat saya ini, tetapi tidak semua orang
mampu memahami. Mereka lebih menyukai karakter yang ekspresif dan kagum dengan
seseorang yang cenderung bisa mengutarakan pikirannya. Lantas apakah si julukan
introvert tidak berhak dikagumi?
Sisi
Introvert juga memiliki keunggulan tersendiri salah satunya yang orang lain
rasakan di dalam diri saya ialah makna sabar. Menurut banyak orang, saya
termasuk orang yang sabar, bahkan sangat sabar. Saya pun tidak tahu mengapa
setiap orang mengenal saya mengatakan hal itu. Padahal saya sangat keras pada
diri saya sendiri. Namun, terkadang saya juga merasa sebal dengan orang – orang
yang mengatakan bahwa saya tidak bisa marah. Mereka tidak pernah tahu saja,
bahwa saya sangat berhasil dalam menyembunyikan amarah. Dan tak perlulah untuk
menunjukkan itu.
Menjadi
yang dianugerahi introvert bukanlah menjadi sesuatu yang pelik. Iya awalnya
memang sulit, tetapi setelah kalian sadar bahwa tidak ada yang melebihi cinta
kalian pada diri sendiri kecuali diri kalianlah sendiri, maka bersyukurlah.
Kalian adalah penyeimbang begitu pula dengan si ekstrovert. Tidak mungkin semua
orang mahir berbicara tanpa ada sepasang telinga yang mendengar. Tidak mungkin
juga semua orang tegar mendengarkan tanpa ada yang berseru memulai cerita.
Semua orang hanya perlu memahami tanpa harus menghakimi.
Introvert
itu unik, kalian hanya perlu tahu apa potensi, minat, dan bakat kalian. Setelah
kalian tahu apa yang menjadi keunggulan kalian, asa terus dan percaya dirilah.
Mereka yang melihat kalian begitu kecil sekali, akan memperhatikan kalian yang
bersinar.
“Saya jadi
teringat dengan bagian quotes dari teman kecil saya yang diunggah pada story
whatsappnya dan sepertinya cocok diselipkan di sini. Ada orang yang kelihatan
jarang ngomong, padahal kita gak tahu sekompleks apa yang sebenarnya dia
pikirkan. Ada orang yang kelihatan sabar terus, padahal kita gak tahu seberusaha
apa dia menjaga perasaan orang lain.”
Perasaan Sensitif
“Uda ngapain dimasukin ke hati
sih?”, “Kamu mah dikit-dikit baper, padahal kan cuma bercanda doang”, “Jangan
tersinggung ya kalau kita bahas ini ke kamu.”
Apakah
orang lain pernah mengatakan hal itu kepada kalian? Dibilang bawa perasaan
(baper), moody-an, mudah tersinggung,
terlalu pemikir dan lain-lain. Iya, perasaan-perasaan itu termasuk dalam
perasaan sensitif. Dilansir dari psychologytoday
bahwa rasa sensitif ini bisa tinggi dan dikenal dengan istilah Highly Senstive Person (HSP), adalah
suatu kondisi psikologis di mana seseorang memiliki kepekaan atau sensivitas
berlebih dibandingkan dengan orang-orang pada umumnya. Kepekaan tersebut dapat
berupa respons, cara pandang, perasaan, baik yang ditujukan pada diri sendiri
atau pada lingkungan sekitar. Semisal ketika seseorang memberikan saran atau
kritik pada sikap kita, kita menjadi mudah memasukkannya ke dalam hati dan
memikirkan terlalu dalam. Orang yang memiliki perasaan sensitif sering
berlebihan dalam menanggapi sesuatu. Ia cenderung bahagia, cemas, takut bahkan
stres berlebihan dalam kehidupan sehari-harinya.
Setidaknya
ada ciri-ciri yang menjelaskan bahwa kalian memiliki perasaan yang sangat
sensitif yaitu, merasakan sesuatu secara mendalam, mudah panik dan depresi,
lebih cengeng, sangat peduli pada detail, dan memerlukan waktu lama untuk
membuat keputusan. Mudah panik dan depresi. Mengapa seseorang mudah panik?
Karena ada sesuatu hal yang membuat orang lain merasa tidak nyaman atau sesuatu
hal yang tidak bisa mereka atasi. Barangkali kalian juga pernah merasakan panik
yang berlebih karena kecemasan kalian tidak bisa mengatasi suatu masalah.
Kemudian depresi, orang yang sensitif akan merasakan sesuatu secara mendalam
apabila tidak dikeluarkan dalam bentuk curhatan atau sharing, maka ia akan
mudah untuk depresi. Depresi juga ditandai dengan keadaan di mana kita enggan
untuk melakukan sesuatu, pemurung, tidak melakukan komunikasi, menutup diri.
Ciri-ciri
yang selanjutnya adalah lebih cengeng. Iya, karena seorang yang sensitif sering
menggunakan perasaan sehingga sesuatu hal yang menyentuh emosi ataupun rasa
empatinya, ia akan mudah menangis. Terakhir, memerlukan waktu lama untuk
membuat keputusan. Seorang yang sensitif akan sulit membuat keputusan dengan
cepat karena banyak sekali yang berkelebat dalam pikirannya. Selain itu
kepeduliaannya pada detail membuat seorang yang sensitif membuat banyak
pertimbangan.
Selasa, 21 September 2021
Perasaan Insecurity
“Aku ngerasa
insecure buat daftar beasiswa, banyak saingannya”, “Aku ngerasa insecure buat
nerbitin buku, apa laku ya?”, “Aku ngerasa insecure buat ngelamar kerja di
sana, penampilanku nggak oke”.
Insecurity
juga bisa dikatakan dengan perasaan tidak aman. Ketidakamanan ini bisa terjadi
saat kamu merasa malu, bersalah, kekurangan, atau bahkan tidak mampu. Seseorang
cenderung akan hidup dalam ketakutan dan semakin merasa tidak percaya diri.
Alasan mengapa seseorang merasa tidak aman adalah karena menilai diri sendiri
rendah dan tidak percaya diri. Apa saja tanda-tanda jika kita merasa insecure? Pertama adalah rasa tidak
percaya diri dan memandang rendah diri sendiri. Kedua, menghindari interaksi
dengan lingkungan. Ketiga, merasa tidak ingin keluar dari zona nyaman. Keempat,
kerap membandingkan diri dengan orang lain. Terakhir, haus akan pujian dan
pengakuan dari orang lain.
Perasaan
insecurity dapat menyebabkan kita
menghindari interaksi dengan lingkungan. Ketika seseorang sedang menceritakan
prestasi yang telah ditempuh, kita yang sedang insecure akan merasa down.
Kita juga menjadi sensitif saat orang lain menanyakan perkembangan kita dalam
mencapai sesuatu dan akhirnya kita akan semakin down. Atau kita merasa insecure
kalau-kalau jika menceritakan keresahan kita, orang lain akan menanggapinya
dengan nada menggurui atau serupa justifikasi. Terkadang pembicaraan hal kecil
saja seperti menanyakan kabar dan merembet ke mana-mana bisa membuat kita insecure, padahal mungkin saja orang
lain bukan bermaksud seperti itu. Dan kita akhirnya menarik diri untuk tidak
ikut dalam pembicaraan, karena belum ada cerita yang layak untuk membuat orang
lain terpukau.
“Si A cerita uda
dapet kerjaan enak, lha aku masih nganggur aja.”, “Si B nanyain aku uda sampai
mana skripsinya, iya tau sih dia uda beres semuanya.” , “Si C uda nikah,
giliran ditanya aku kapan. Apa nggak ada pertanyaan yang lain ya.”
Terakhir,
haus akan pujian dan pengakuan dari orang lain. Iya sebenarnya siapa sih yang
tidak ingin dipuji atau diakui kemampuan atas pencapainnya, meskipun seseorang
yang dipuji itu akan menganggap biasa saja tetapi dalam hati pasti ia akan
senang dan semangat. Pernah dengar tidak? Ada pepatah mengatakan, ucapkan 3 hal
ini kepada orang lain sebagai bentuk menghargai mereka yaitu; terima kasih,
maaf, dan tolong. Satu kata yang menurut saya pribadi perlu ditambahkan dari
situ yaitu kata selamat. Ketika seseorang lulus dari sekolah atau
perkuliahannya, apa yang akan kita ucapkan? Tidak lain adalah mengucapkan
selamat sembari memberikan doa terbaik kepadanya, baru kemudian mereka akan
mengucapkan terima kasih sebagai bentuk menerima ucapan selamat itu. Begitu
pula dengan seseorang yang berulang tahun, mendapat pekerjaan, menikah,
menelurkan sebuah karya dan lain-lain.
Mengapa
hal itu saja bisa membuat seseorang insecure?
Karena itu adalah bentuk penghargaan orang lain kepada seseorang yang berhasil
menempuh sesuatu dan bisa saja merupakan sesuatu yang keren. Terkadang
seseorang akan mengharapkan itu, dan jika tidak sesuai dengan yang diharapkan
maka seseorang akan menjadi insecure.
“Selamat atas
pencapaianmu, semoga berkah selalu untukmu.”
“Selamat untuk
diri sendiri yang telah bertahan sampai di titik ini. Kamu hebat dengan
caramu.”


