“Uda ngapain dimasukin ke hati
sih?”, “Kamu mah dikit-dikit baper, padahal kan cuma bercanda doang”, “Jangan
tersinggung ya kalau kita bahas ini ke kamu.”
Apakah
orang lain pernah mengatakan hal itu kepada kalian? Dibilang bawa perasaan
(baper), moody-an, mudah tersinggung,
terlalu pemikir dan lain-lain. Iya, perasaan-perasaan itu termasuk dalam
perasaan sensitif. Dilansir dari psychologytoday
bahwa rasa sensitif ini bisa tinggi dan dikenal dengan istilah Highly Senstive Person (HSP), adalah
suatu kondisi psikologis di mana seseorang memiliki kepekaan atau sensivitas
berlebih dibandingkan dengan orang-orang pada umumnya. Kepekaan tersebut dapat
berupa respons, cara pandang, perasaan, baik yang ditujukan pada diri sendiri
atau pada lingkungan sekitar. Semisal ketika seseorang memberikan saran atau
kritik pada sikap kita, kita menjadi mudah memasukkannya ke dalam hati dan
memikirkan terlalu dalam. Orang yang memiliki perasaan sensitif sering
berlebihan dalam menanggapi sesuatu. Ia cenderung bahagia, cemas, takut bahkan
stres berlebihan dalam kehidupan sehari-harinya.
Setidaknya
ada ciri-ciri yang menjelaskan bahwa kalian memiliki perasaan yang sangat
sensitif yaitu, merasakan sesuatu secara mendalam, mudah panik dan depresi,
lebih cengeng, sangat peduli pada detail, dan memerlukan waktu lama untuk
membuat keputusan. Mudah panik dan depresi. Mengapa seseorang mudah panik?
Karena ada sesuatu hal yang membuat orang lain merasa tidak nyaman atau sesuatu
hal yang tidak bisa mereka atasi. Barangkali kalian juga pernah merasakan panik
yang berlebih karena kecemasan kalian tidak bisa mengatasi suatu masalah.
Kemudian depresi, orang yang sensitif akan merasakan sesuatu secara mendalam
apabila tidak dikeluarkan dalam bentuk curhatan atau sharing, maka ia akan
mudah untuk depresi. Depresi juga ditandai dengan keadaan di mana kita enggan
untuk melakukan sesuatu, pemurung, tidak melakukan komunikasi, menutup diri.
Ciri-ciri
yang selanjutnya adalah lebih cengeng. Iya, karena seorang yang sensitif sering
menggunakan perasaan sehingga sesuatu hal yang menyentuh emosi ataupun rasa
empatinya, ia akan mudah menangis. Terakhir, memerlukan waktu lama untuk
membuat keputusan. Seorang yang sensitif akan sulit membuat keputusan dengan
cepat karena banyak sekali yang berkelebat dalam pikirannya. Selain itu
kepeduliaannya pada detail membuat seorang yang sensitif membuat banyak
pertimbangan.
0 komentar:
Posting Komentar