Jumat, 24 September 2021

Perasaan Sensitif


“Uda ngapain dimasukin ke hati sih?”, “Kamu mah dikit-dikit baper, padahal kan cuma bercanda doang”, “Jangan tersinggung ya kalau kita bahas ini ke kamu.”

Apakah orang lain pernah mengatakan hal itu kepada kalian? Dibilang bawa perasaan (baper), moody-an, mudah tersinggung, terlalu pemikir dan lain-lain. Iya, perasaan-perasaan itu termasuk dalam perasaan sensitif. Dilansir dari psychologytoday bahwa rasa sensitif ini bisa tinggi dan dikenal dengan istilah Highly Senstive Person (HSP), adalah suatu kondisi psikologis di mana seseorang memiliki kepekaan atau sensivitas berlebih dibandingkan dengan orang-orang pada umumnya. Kepekaan tersebut dapat berupa respons, cara pandang, perasaan, baik yang ditujukan pada diri sendiri atau pada lingkungan sekitar. Semisal ketika seseorang memberikan saran atau kritik pada sikap kita, kita menjadi mudah memasukkannya ke dalam hati dan memikirkan terlalu dalam. Orang yang memiliki perasaan sensitif sering berlebihan dalam menanggapi sesuatu. Ia cenderung bahagia, cemas, takut bahkan stres berlebihan dalam kehidupan sehari-harinya.

Setidaknya ada ciri-ciri yang menjelaskan bahwa kalian memiliki perasaan yang sangat sensitif yaitu, merasakan sesuatu secara mendalam, mudah panik dan depresi, lebih cengeng, sangat peduli pada detail, dan memerlukan waktu lama untuk membuat keputusan. Mudah panik dan depresi. Mengapa seseorang mudah panik? Karena ada sesuatu hal yang membuat orang lain merasa tidak nyaman atau sesuatu hal yang tidak bisa mereka atasi. Barangkali kalian juga pernah merasakan panik yang berlebih karena kecemasan kalian tidak bisa mengatasi suatu masalah. Kemudian depresi, orang yang sensitif akan merasakan sesuatu secara mendalam apabila tidak dikeluarkan dalam bentuk curhatan atau sharing, maka ia akan mudah untuk depresi. Depresi juga ditandai dengan keadaan di mana kita enggan untuk melakukan sesuatu, pemurung, tidak melakukan komunikasi, menutup diri.

Ciri-ciri yang selanjutnya adalah lebih cengeng. Iya, karena seorang yang sensitif sering menggunakan perasaan sehingga sesuatu hal yang menyentuh emosi ataupun rasa empatinya, ia akan mudah menangis. Terakhir, memerlukan waktu lama untuk membuat keputusan. Seorang yang sensitif akan sulit membuat keputusan dengan cepat karena banyak sekali yang berkelebat dalam pikirannya. Selain itu kepeduliaannya pada detail membuat seorang yang sensitif membuat banyak pertimbangan.

0 komentar:

Posting Komentar