Jumat, 24 September 2021

Kampus Adalah Ranah Pendewasaan Diri

 

Setelah diumumkan bahwa saya lolos, dengan rasa senang dan syukur saya menceritakan kepada kedua orang tua. Kedua orang tua dan adik saya merasa senang sekali mendengar kabar itu sembari memberikan ucapan selamat. Tetapi, perjuangan masih terus berlanjut setelah itu, masih ada cerita yang saya lalui. Setelah pengumuman itu, ada tahap–tahap yang harus saya ikuti untuk resmi menjadi mahasiswa baru. Saya dengan didampingi ayah saya mengikuti tahap verifikasi online. Ayah saya begitu sabar menemani saya, hal yang mengharukan bagi saya. Selain itu, setelah tahap verifikasi adalah tahap registrasi, tahap itu tidak perlu didampingi orang tua dan saya berangkat sendiri.  Sepanjang alur verifikasi bahkan mencari kos, tidak lepas dari dampingan ayah saya.  Ayah saya selalu terlibat dalam perjalanan hidup saya. Hingga tiba akhirnya masa ospek dimulai. Kalau di universitas saya dinamakan Pengenalan Kehidupan Kampus (PK2).

Saat PK2 saya mulai mengenal teman – teman yang baru. Teman – teman baru yang saya kenal adalah satu fakultas dengan saya tetapi beda jurusan. Saya juga menanyakan tempat asal tinggal dan kosnya. Masa ospek yang berlangsung selama kurang lebih seminggu, cukup melelahkan untuk saya karena jadwal yang dimulai dari pagi sampai sore dengan mengenakan seragam putih hitam dan kaos PK2. Tetapi, itu bisa menjadi kenangan tersendiri bagi saya. Selain itu, ada kegiatan wawasan kebangsaan oleh SECABA. Itu masuk dalam serangkaian kegiatan Ospek. Pada saat PK2, saya dikenalkan dengan Sistem Kredit Semester (SKS), Kartu Rencana Studi (KRS), sampai pada mata kuliah yang dipilih.

Usai kegiatan PK2, sampailah pada hari pertama berkuliah. Seingat saya, hari pertama kuliah saya dibuka dengan mata kuliah Pengantar Akuntansi 1. Rasanya canggung sekali, rasanya tidak pernah membayangkan, seorang saya bisa kuliah, bisa duduk di kelas untuk menerima materi perkuliahan. Dan itu memang terjadi. Tidak ada hal yang tidak mungkin asal niat dan tekun serta jangan lupa berdoa. Saya jalani perkuliahan dengan hati yang semangat, karena jarak dari kos menuju kampus fakultas saya lumayan dekat, cukup berjalan kaki saja. Awal – awal berkuliah rasanya seperti santai saja, belum terlalu banyak tugas yang menumpuk. Tetapi beberapa bulan ke depan, banyak hal harus dikerjakan. Dan itu pentingnya manajemen waktu yang baik.

0 komentar:

Posting Komentar