Cerpen
karya Achmad Ikhitiar yang berjudul “Setelah Tetua Pergi” becerita tentang
sebuah rumah atau wilayah yang di dalamnya ditinggali oleh banyak orang, di
antaranya ada yang disebut Tetua. Dari sini cerita berkembang bahwa untuk bisa
menempati rumah atau wilayah tersebut harus ada pengurangan penghuni. Dan Tetua
tersebut mengatakan harus ada pertumpahan darah sehingga dapat menempati lama,
namun hal itu dilakukan harus secara alami. Di sini penulis menceritakan bahwa
untuk dapat mempertahankan suatu wilayah ada yang harus dikorbankan dan akan
ada pertumpahan darah, sedangkan yang lain seakan tunduk pada Tetua dan
mengikutinya. Namun di sini diceritakan pula bahwa Tetua dan yang lainnya
tiba-tiba meninggalkan tempat begitu saja seakan takut dengan tokoh lelaki yang
duduk di ruang tengah. Entah bagaimana akhirnya tidak terjadilah pertumpahan
darah yang direncanakan. Sehingga di akhir diceritakan adanya perdamaian di rumah
tersebut dan dapat ditinggali dengan aman.
0 komentar:
Posting Komentar