Senin, 20 September 2021

Rupanya Hujan Turun


Rupanya sekarang langit tengah kelabu, suasana kian menyendu, bening – bening yang hinggap pada dedaunan sudah sudah sirna sejak tadi pagi. Aku sedang tidak berada di rumah hangat dengan secangkir teh yang disuguhkan. Aku masih mengelana pada barisan jalan pengingat kenangan bersama motor miliknya, dan tak lupa sepaket bersama dengan pemiliknya.

Rintik gerimis mulai jatuh, tapi ini bukan air mata, karena yang pasti aku tidak sedang bersedih. Hujan, pekikku. Hal terlupa yang selalu manusia ulangi adalah jas hujan. Berulang kali mengeluhkan hujan datang, tetapi berulang kali tak menyadari bahwa jas hujannya tak pernah lekat dalam ingatan.

Teduh, menjadi titik ternyaman untuk sekedar menanti redanya hujan. Kutatap langit masih saja muram, mungkin butuh waktu lama untuknya kembali cerah. Sembari mencoba menegringkan basahnya kuyup, aku dengannya hanya meringis kecil karena kebodohan kami tak mengajak jas hujan untuk ikut bersama kami.

0 komentar:

Posting Komentar