Senin, 20 September 2021

Perasaan Pesimis


Rasa pesimis menurut para ahli adalah suatu sikap atau pandangan seseorang terhadap hal-hal yang digambarkan dengan ciri-ciri tidak yakin, murung, sedih, rasa putus asa, tidak ada harapan dan seperti berada dalam masa-masa yang sangat buruk. Kata pesimis berasal dari bahasa latin pessimus yang artinya terburuk. Rasa pesimis bisa muncul ketika menghadapi permasalahan hidup yang pelik atau rumit. Hal yang masih wajar jika memiliki rasa pesimis dalam takaran hanya sesaat karena manusia memiliki keterbatasan dan tidak segala hal akan berjalan baik. Namun, yang bermasalah apabila rasa pesimis ini menjadi terus-terusan hingga menimbulkan rasa kesedihan yang berkepanjangan.

Dilansir dari portal IDN Times bahwa setidaknya ada 5 dampak negatif jika kita memiliki sifat pesimis yaitu rasa takut yang besar saat memulai sesuatu, semangat dan kepribadian mulai tergoyah, sulit untuk bermimpi besar, menganggap diri tidak berguna, dan tidak memiliki tujuan hidup yang jelas. Pertama, rasa takut yang besar saat memulai sesuatu. Pernahkah kalian menolak sebuah kesempatan besar yang itu sebenarnya akan membuatmu banyak berkembang? Semisal dipilih menjadi perwakilan delegasi perlombaan, dicalonkan menjadi ketua sebuah organisasi, ditunjuk menjadi pembicara di sebuah seminar dan lain-lain. Alasan yang paling umum untuk menolak adalah karena kita merasa takut atau tidak yakin dapat melaksanakannya dengan baik, padahal kita belum mulai menjalankannya. Hal itu karena kita memikirkan sesuatu buruk yang akan terjadi dalam versi kita atau takut mengecewakan pihak-pihak yang memilih kita. Namun, pernahkah kita menyadari bahwa seseorang yang memilih kita karena mereka percaya bahwa kita bisa. Terkadang kita lupa bahwa akan banyak rencana-rencana yang tak terduga saat kita berani memulai sesuatu.

Kedua, semangat dan kepribadian mulai tergoyah. Rasa pesimis membuat kita tidak memiliki pendirian, mengapa begitu? Karena kita menjadi ragu-ragu dalam mengambil sikap atau tindakan mengingat adanya pikiran negatif terhadap suatu hal. Ketiga, sulit untuk bermimpi besar. Iya, memiliki mimpi apalagi mimpi itu terbilang besar menjadi sebuah ketidakmungkinan bagi orang pesimis. Mereka masih ragu untuk bermimpi, takut dengan tanggapan orang yang akan menjatuhkan atau merasa minder dengan orang-orang yang dengan mudahnya meraih mimpi.

Keempat, menganggap diri tidak berguna. Pernahkah kalian berkata seperti ini dalam hati kalian atau kepada orang lain, “Aku disini juga bisa bantu apa?”, “Aku nggak bisa apa-apa”, “Aku serasa nggak guna ada di sini”, seringkali itu menimpa pada kita yang belum dapat menerima setiap pelajaran kehidupan dengan baik. Pelajaran kehidupan mungkin memberikan kita banyak kecewa, kesal, marah, sedih dan jika itu berangsur terus menerus tanpa kita kelola, maka kita akan menyalahkan diri kita sendiri atas apa yang telah terjadi. Kita menjadi pribadi yang penuh penyesalan tanpa adanya penerimaan diri bahwa itu semua merupakan proses menuju pendewasaan diri.

Kelima, tidak memiliki tujuan hidup yang jelas. Kita terkadang tidak tahu apa yang menjadi tujuan kita sebenarnya, kita masih mencari-cari akan menjadi apa kita nanti. Iya, keragu-raguan menutupi tujuan yang jelas-jelas sudah bisa kita tuju, masih terombang ambing dengan pilihan-pilihan yang membuat kita jemu, belum lagi ditambah dengan rasa minder untuk melangkah lagi. Sedangkan jika ingin mengubah diri menjadi lebih baik adalah dimulai dari diri sendiri.

0 komentar:

Posting Komentar