Rasa
pesimis menurut para ahli adalah suatu sikap atau pandangan seseorang terhadap
hal-hal yang digambarkan dengan ciri-ciri tidak yakin, murung, sedih, rasa
putus asa, tidak ada harapan dan seperti berada dalam masa-masa yang sangat
buruk. Kata pesimis berasal dari bahasa latin pessimus yang artinya terburuk. Rasa pesimis bisa muncul ketika
menghadapi permasalahan hidup yang pelik atau rumit. Hal yang masih wajar jika
memiliki rasa pesimis dalam takaran hanya sesaat karena manusia memiliki
keterbatasan dan tidak segala hal akan berjalan baik. Namun, yang bermasalah
apabila rasa pesimis ini menjadi terus-terusan hingga menimbulkan rasa
kesedihan yang berkepanjangan.
Dilansir
dari portal IDN Times bahwa setidaknya ada 5 dampak negatif jika kita memiliki
sifat pesimis yaitu rasa takut yang besar saat memulai sesuatu, semangat dan
kepribadian mulai tergoyah, sulit untuk bermimpi besar, menganggap diri tidak
berguna, dan tidak memiliki tujuan hidup yang jelas. Pertama, rasa takut yang besar saat memulai sesuatu. Pernahkah
kalian menolak sebuah kesempatan besar yang itu sebenarnya akan membuatmu
banyak berkembang? Semisal dipilih menjadi perwakilan delegasi perlombaan,
dicalonkan menjadi ketua sebuah organisasi, ditunjuk menjadi pembicara di
sebuah seminar dan lain-lain. Alasan yang paling umum untuk menolak adalah
karena kita merasa takut atau tidak yakin dapat melaksanakannya dengan baik,
padahal kita belum mulai menjalankannya. Hal itu karena kita memikirkan sesuatu
buruk yang akan terjadi dalam versi kita atau takut mengecewakan pihak-pihak
yang memilih kita. Namun, pernahkah kita menyadari bahwa seseorang yang memilih
kita karena mereka percaya bahwa kita bisa. Terkadang kita lupa bahwa akan
banyak rencana-rencana yang tak terduga saat kita berani memulai sesuatu.
Kedua, semangat dan kepribadian mulai tergoyah. Rasa pesimis membuat kita tidak memiliki pendirian, mengapa begitu? Karena kita menjadi ragu-ragu dalam mengambil sikap atau tindakan mengingat adanya pikiran negatif terhadap suatu hal. Ketiga, sulit untuk bermimpi besar. Iya, memiliki mimpi apalagi mimpi itu terbilang besar menjadi sebuah ketidakmungkinan bagi orang pesimis. Mereka masih ragu untuk bermimpi, takut dengan tanggapan orang yang akan menjatuhkan atau merasa minder dengan orang-orang yang dengan mudahnya meraih mimpi.
Keempat,
menganggap diri tidak berguna. Pernahkah kalian berkata seperti ini dalam hati
kalian atau kepada orang lain, “Aku
disini juga bisa bantu apa?”, “Aku nggak bisa apa-apa”, “Aku serasa nggak guna
ada di sini”, seringkali itu menimpa pada kita yang belum dapat menerima
setiap pelajaran kehidupan dengan baik. Pelajaran kehidupan mungkin memberikan
kita banyak kecewa, kesal, marah, sedih dan jika itu berangsur terus menerus
tanpa kita kelola, maka kita akan menyalahkan diri kita sendiri atas apa yang
telah terjadi. Kita menjadi pribadi yang penuh penyesalan tanpa adanya
penerimaan diri bahwa itu semua merupakan proses menuju pendewasaan diri.
Kelima,
tidak memiliki tujuan hidup yang jelas. Kita terkadang tidak tahu apa yang
menjadi tujuan kita sebenarnya, kita masih mencari-cari akan menjadi apa kita
nanti. Iya, keragu-raguan menutupi tujuan yang jelas-jelas sudah bisa kita
tuju, masih terombang ambing dengan pilihan-pilihan yang membuat kita jemu,
belum lagi ditambah dengan rasa minder untuk melangkah lagi. Sedangkan jika
ingin mengubah diri menjadi lebih baik adalah dimulai dari diri sendiri.
0 komentar:
Posting Komentar