Jumat, 27 Agustus 2021

Merdeka Berkarya di Tengah Pandemi

 

Pandemi sudah melanda di Indonesia sejak Maret, 2020. Dampak dari pandemi membuat masyarakat resah dan harus beradaptasi. Di antaranya adalah kebijakan lock down dari pemerintah, yang mengharuskan suatu daerah tidak boleh didatangi oleh masyarakat luar. Selanjutnya, adalah pemberlakuan work from home, yang mana semua pekerja bekerja dari rumah. Hal tersebut pun berdampak pada Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) besar-besaran dikarenakan mengurangi beban biaya. Selain itu, dunia pendidikan juga terkena imbasnya. Pendidikan yang awal mulanya bertatap muka, semenjak pandemi beralih menjadi Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) atau biasa dikenal dengan pembelajaran daring. Hingga saat ini, kebijakan terkait pencegahan covid-19 masih terus diupdate dan diberlakukan. Salah satu yang terbaru sekarang adalah Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) dan terdiri dari level-level. Tentunya masyarakat berharap agar pandemi ini segera berakhir.

Di tengah kondisi yang serba terbatas, tidaklah menjadikan kita untuk berhenti beraktivitas. Kita masih dapat berkarya dari rumah. Di tahun 2020, di mana covid-19 mulai menyerang, saya berkarya dengan membuat buku. Menulis  merupakan aktivitas utama saya di kala harus di rumah saja, di samping itu juga sembari mengirim lowongan job. Pandemi ini banyak memberikan dampak yang meresahkan masyarakat, tetapi ada hikmah yang dapat dipetik. Jika orang yang kreatif dan kritis, hal tersebut dapat dijadikan ide untuk berkarya, entah mencurahkan pengalamannya atau sebuah edukasi. Saat-saat ini pun juga ramai broadcasting tentang lomba-lomba online yang berguna meningkatkan kreativitas bagi pelajar/mahasiswa/umum. Hal ini supaya masyarakat tidak terkurung dengan keresahan dan overthingking, sehingga tetap merasa merdeka walau di tengah pandemi melalui berkarya.

0 komentar:

Posting Komentar