Pandemi
sudah melanda di Indonesia sejak Maret, 2020. Dampak dari pandemi membuat
masyarakat resah dan harus beradaptasi. Di antaranya adalah kebijakan lock down dari pemerintah, yang
mengharuskan suatu daerah tidak boleh didatangi oleh masyarakat luar.
Selanjutnya, adalah pemberlakuan work
from home, yang mana semua pekerja bekerja dari rumah. Hal tersebut pun
berdampak pada Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) besar-besaran dikarenakan
mengurangi beban biaya. Selain itu, dunia pendidikan juga terkena imbasnya.
Pendidikan yang awal mulanya bertatap muka, semenjak pandemi beralih menjadi
Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) atau biasa dikenal dengan pembelajaran daring.
Hingga saat ini, kebijakan terkait pencegahan covid-19 masih terus diupdate dan
diberlakukan. Salah satu yang terbaru sekarang adalah Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan
Masyarakat (PPKM) dan terdiri dari level-level. Tentunya masyarakat berharap
agar pandemi ini segera berakhir.
Di
tengah kondisi yang serba terbatas, tidaklah menjadikan kita untuk berhenti
beraktivitas. Kita masih dapat berkarya dari rumah. Di tahun 2020, di mana
covid-19 mulai menyerang, saya berkarya dengan membuat buku. Menulis merupakan aktivitas utama saya di kala harus
di rumah saja, di samping itu juga sembari mengirim lowongan job. Pandemi ini banyak memberikan
dampak yang meresahkan masyarakat, tetapi ada hikmah yang dapat dipetik. Jika
orang yang kreatif dan kritis, hal tersebut dapat dijadikan ide untuk berkarya,
entah mencurahkan pengalamannya atau sebuah edukasi. Saat-saat ini pun juga
ramai broadcasting tentang lomba-lomba online yang berguna meningkatkan
kreativitas bagi pelajar/mahasiswa/umum. Hal ini supaya masyarakat tidak
terkurung dengan keresahan dan overthingking,
sehingga tetap merasa merdeka walau di tengah pandemi melalui berkarya.
0 komentar:
Posting Komentar