Jumat, 11 Desember 2020

Kilas Balik Perjalanan Kontribusi Kepemiluan


Setelah sekian lama, akhirnya aku dapat berkontribusi dalam acara pemilu. Iya, sebagai tim Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS). Masih teringat jelas berapa banyak perjuangan yang kutempuh untuk sampai di sini. Mungkin terdengar sepele karena hanya seperti panitia kecil. Namun, entah kenapa aku ingin sekali bisa berkecimpung dan mengetahui proses pemilu. Alhamdulillah, Tuhan mengijabah doaku sebagai tim KPPS.

Awal mulanya adalah aku mendaftar di Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) sekitar bulan Februari lalu. Jika diingat-ingat betapa polosnya aku yang tidak memiliki pengalaman kepemiluan sama sekali, malah mendaftar PPK. Sampai akhirya aku dinyatakan maju ke tahap tes tulis, tetapi sayangnya aku tidak lolos ke tahap wawancara. Betapa sedihnya aku saat itu.

Namun, tidak terlalu terasa sedih, karena aku pada waktu itu sudah memiliki kesibukan bekerja sebagai staf administrasi di media pemberitaan online. Dan aku menyadari bahwa aku belum memiliki pengalaman sama sekali. Tentunya, orang-orang KPU akan memilih yang lebih senior apalagi setingkat kecamatan. Tapi selalu saja gejolak hati yang maha baper ini mengalahkan kerealistisan sebuah otak haha.

Tidak menunggu waktu lama, dibukalah pendaftaran Panitia Pemungutan Suara (PPS). Aku tak boleh melewatkan kesempatan ini. Oh ya, info pendaftaran ini sebenarnya aku dapatkan dari seseorang dan lebih lengkapnya aku search di web KPU.  Aku benar-benar meniatkan diri untuk mendaftar dan harus lolos. Nyatanya, aku bisa lolos sampai ke tahap wawancara. Namun, yang membuatku ragu untuk meneruskan adalah lokasi wawancara yang lumayan jauh yaitu di Kantor Kecamatan Wongsorejo.

Astaga ... aku yang kemampuan menyetirnya tidak seberapa ditambah dengan mioku yang tak bisa diajak balapan, yakin untuk tetap meneruskan?

Nyaliku terlalu ciut jika aku berhenti di tengah jalan seperti itu. Akhirnya, aku nekat saja ke lokasi sendirian. Dan pepatah mengatakan usaha tidak akan mengkhianati hasil sepertinya saat itu belum berpihak padaku.

Lagi-lagi ayahku mengucapkan hal yang sama, mungkin karena aku belum memiliki pengalaman dan usiaku yang masih muda menjadi alasan tidak lolosnya aku. Mungkin benar, karena di saat wawancara banyak pertanyaan yang tidak aku tahu jawabannya. Jika memang berpengalaman, pasti akan mudah menjawabnya.

Tentunya, rasa sedihpun datang. Siapa sih yang tidak sedih dan capek karena sudah berupaya ke lokasi yang jaraknya dari rumah sekitar 1 jam-an. Namun, aku belajar menerima dari situ.

Perjuanganku tidak berhenti sampai di situ. Entah ya, ini apa karena aku yang terlalu berambisi atau karena belum bisa menerima kenyataan. Yang jelas adalah maju terus pantang mundur.

Selang waktu agak lama, setelah aku sudah dapat move on dari PPS, ada pembukaan relawan demokrasi. Ya ampun, ini aku harus daftar pokok harus, dalam hatiku. Di saat pembukaan pendaftaran, aku sudah tidak bekerja alias diberhentikan karena pandemi. Sepertinya rasa sedihku berkali-kali lipat. Menganggur itu lebih nggak enak daripada aktif bekerja, beneraan nggak bohong. Makanya, aku berusaha keras mencari kesibukan, salah satunya dengan mendaftar ini.

Hasilnya bagaimana? Alhamdulillah ... tidak lolos :v. Aku hanya membatin, ya sudahlah mungkin memang belum rezekinya. Terakhir, puncaknya adalah pendaftaran KPPS. Oh, sebelum pembukaan pendaftaran KPPS, pendaftaran Pengawas Tempat Pemungutan Suara (PTPS) dibuka lebih dulu. Nah, aku sempat kepikiran buat daftar, tapi akhirnya gagal duluan sebelum daftar karena usia minimalnya adalah 25 tahun. Iya, belum memenuhi syarat daftar :v . Tapi, 2 kegalauanku yaitu tidak lolos jadi relawan demokrasi dan mendaftar PTPS bisa terobati dengan pendaftaran KPPS yang jarak pembukaannya tidak terlalu lama, sehingga move onku bisa lebih cepat.

Sebenarnya sudah nggak ada mood buat daftar, tapi berusaha dulu apa salahnya. Pengumuman diterimanya lumayan lama hampir sebulanan. Tetapi malam sebelum pengumuman, Pak RT menghubungiku untuk memastikan apa benar aku mendaftar KPPS dan benar saja, saat itu juga aku sudah dipastikan bergabung menjadi tim KPPS TPS 11 Klatak. Alhamdulillah, senang sekali mendengar kabar ini. Tak hanya itu, aku juga mendapatkan job tambahan yaitu sebagai operator Sirekap. 

Besoknya, pengumuman penetapan nama-nama KPPS sudah terpampang di web KPUD Banyuwangi. Lagi-lagi ada typo di nama lengkapku, tapi tak apa yang penting aku dapat berkontribusi:v. 

Tepatnya hari Rabu, tanggal 9 Desember 2020 aku resmi bertugas di acara Pemilu Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Banyuwangi.

0 komentar:

Posting Komentar