Kau
tahu apa yang menyenangkan dari awal bulan yang cemas untuk dijalani? Gemuruh
harapan yang senantiasa kau ulang dalam hati. Kau selalu ingin hari lekas
berganti, bukan? Bahkan kalendermu penuh dengan coretan bulatan, pertanda hari
telah terlalui. Hari demi hari, kau membayangkan akan sesenang apa saat sudah
berganti bulan atau mungkin semakin berdebar. Kau ingin cepat-cepat sampai pada
hasil yang kau harapkan, dengan bergumam "ayo cepat awal bulan, aku sudah
tak sabar!".
Ah,
kau ini manusia tak sabaran. Aku ingin merasakan angin baru, katamu. Bukankah
sama saja dengan pertengahan atau akhir? Kau hanya menggerutu, lelah sekali di
pertengahan bulan. Kau dengan memasang mimik yang kesal, menggerutu karena dijejali
banyak tumpukan dan tenggat waktu. Hal itu membuatmu tak bisa bernapas dengan
nyaman.
Berbeda
sekali dengan seseorang di seberang sana. Dia tidak ingin cepat-cepat berganti.
Katanya, awal bulan baru malah membuat dia merasa tercekik. Karena dia harus
menata semangat lagi, menyudahi segala yang lalu, dan beranjak ke suasana yang
lebih baru. Untuk apa menyia-nyiakan hari ini demi memikirkan hari yang sangat
jauh, katanya. Dia lebih menikmati waktu, tak terlalu ingin diburu sesuatu.
Kutanya
mengapa kau nampak begitu santai. Iya, mari mengalir dengan tenang, katanya. Ah
sepertinya dia tipe yang akan lupa waktu dan tidak sadar jika bulan berganti. Bahkan
jika mendekati deadline, dia mungkin akan memasang wajah yang mengisyaratkan, sudah
untuk apa si terburu-buru sampai jatuh.
Lalu,
bagaimana dengan diriku? Terkadang aku juga merasa cemas, karena saat sudah
berganti hari bahkan bulan, maka seharusnya aku selangkah lebih baik dari
kemarin. Nyatanya, tidak selalu semua berjalan baik, akan ada yang kurang
maksimal. Namun, semua itu adalah proses bertumbuh.
Selamat
datang bulan September, tidak ada yang lebih mendebarkan selain berharap akan
selalu datang kebaikan. Walau Apapun itu semoga tak mengecewakan bagi yang
menantikan awal bulan. Setiap orang memaknainya berbeda. Ada yang ingin segera
berganti bulan, karena menunggu gajian. Ada yang karena sudah menantikan waktu
bersantai. Ada pula yang menunggu karena momen membahagiakan.
0 komentar:
Posting Komentar