Senin, 14 September 2020

Apakah Kamu Termasuk People Pleaser? Yuk Cek

 

People Pleaser berasal dari 2 kata yaitu, people yang berarti orang dan pleaser yang berarti menyenangkan. Bila diartikan secara utuh, definisinya adalah seseorang yang ingin menyenangkan orang lain. Apakah menjadi people pleaser adalah hal yang baik dan positif? Dari definisinya, kita bisa mengetahui bahwa dengan ingin menyenangkan orang lain, kita bisa saja mengorbankan diri sendiri. Kita akan menempatkan orang lain sebagai prioritas utama di atas diri kita, melakukan sesuatu agar orang lain senang walau perlu mengabaikan diri kita. Ciri-ciri di bawah ini bisa menandakan kamu termasuk people pleaser.

1.       Kamu selau khawatir jika ucapanmu akan menyakiti orang lain

“Aduh, kira-kira aku uda bener nggak ya ngomong ke dia tadi? Takutnya dia marah …”

Kamu mungkin sering bertanya-tanya dalam diri, apakah ucapanmu menyakiti orang lain padahal kamu juga pasti berusaha agar tidak berucap yang akan menyinggung perasaan. Namun, dirimu saja yang terus-terusan khawatir  yang belum tentu seperti itu.

 

2.       Kamu sulit mengakui untuk berterima kasih kepada diri sendiri

“Ah … nggak juga kok, kalian yang lebih hebat dari aku …”

Pernah merasakan pencapaian karena usaha diri sendiri, lalu apa tanggapanmu? Pernahkah kamu berterima kasih kepada diri sendiri atas perjuangan yang sudah dirimu upayakan? Kamu mungkin akan menutupinya, seolah karena kamu sedang beruntung saja dan menganggap dirimu masih di bawah dari orang lain.

 

3.       Kamu sering meminta maaf untuk sesuatu yang bukan kesalahanmu

“Aduh maaf ya perkataan temanku yang malah menyinggung perasaanmu”

Terkadang penggunaan kata maaf yang sering atau berlebihan dan itu bukan murni kesalahanmu tidaklah baik, karena akan menimbulkan perasaan semakin bersalah dalam diri jika seseorang yang diberikan permintaan maaf malah semakin kesal sebab bukan kamu yang bersalah.

 

4.       Kamu enggan meminta bantuan orang lain

Kamu tidak membiarkan orang lain untuk membantumu di saat kamu merasa sulit. Kamu lebih memilih memendamnya sampai pikiran dan hati benar-benar overload karena dihadapi sendiri. Alasannya sederhana, kamu takut merepotkan orang lain dan tidak ingin orang lain tahu kondisi terburukmu, sedangkan setiap manusia pasti tidak luput dari bantuan orang lain.

 

5.       Kamu ingin tampil sesuai dengan pandangan orang lain terhadapmu

Kamu tidak menjadi dirimu sendiri, melainkan mengubah dirimu berdasarkan pandangan orang lain dan membuatmu harus tampil sempurna. Kamu berpura-pura bahagia, senang, tidak murung dan lain-lain demi untuk mendapat simpatik orang lain.

 

6.       Kamu memilih menghindar daripada harus terlibat perselisihan

Kamu tidak ingin terlalu ambil pusing dengan perselisihan yang terjadi. Kamu lebih menarik diri agar tak ingin mengambil langkah yang salah, dengan cara menerima kata setuju atau sepakat. Padahal jauh di hatimu, kamu ingin menyanggah dan mengeluarkan pendapat.

 

7.       Kamu selalu bersedia menanggung pekerjaan orang lain

Kamu tidak bisa berkata nggak atau menolak jika ada yang meminta bantuanmu untuk mengerjakan pekerjaan orang lain. Iya, kamu takut mengecewakan orang lain dengan sikap penolakanmu, padahal kamu sendiri juga sedang sibuk-sibuknya.

 

8.       Kamu bertanya dalam diri apakah memiliki kesalahan pada orang lain

“Kenapa dia tiba-tiba diemin aku, ya? Apa aku uda bikin salah?”

Kamu menjadi sensitive ketika seseorang berlaku berbeda kepadamu dan tidak seperti biasanya. Kamu menerka alasan dia seperti berbeda karena ada masalah dengan kamu, kamu pun menjadi tidak enak dan menyalahkan diri sendiri tanpa bertanya. Padahal bisa saja seseorang itu sedang memiliki masalah pribadi.

 

9.       Kamu menjadi ladang bala bantuan pertama dari orang lain

Karena seringnya kamu berusaha membuat orang lain senang sampai diri sendiri kamu abaikan, orang lain menjadikanmu sebagai tempat pertama kali untuk bisa dimintai tolong. Kamu merasa membantu orang lain itu adalah hal yang baik dan positif. Iya benar, tetapi akan berbeda jika kamu menjadi mudah dimanfaatkan. Nah, mari untuk memikirkan kebahagiaan untuk diri sendiri juga, kita tidak bisa menyenangkan semua orang.


Sumber referensi:

https://www.hipwee.com/motivasi/tanda-people-pleaser/

16 komentar:

  1. Duh, kok aku jadi ngerasa people pleaser banget setelah baca ini ☹️

    BalasHapus
  2. Ya, terkadang akupun seperti itu. Suka nggak enakan sm orang lain, heuheuheu

    BalasHapus
  3. Aku berasa people pleaser banget. Kata temen-temenku aku termasuk orang yang ga enakan, dan itu kadang malah bahaya buat kita sendiri..

    BalasHapus
  4. Wih, jadi bisa menilai diri sendiri

    BalasHapus
  5. Dari sekian list diatas kayaknya aku pernah semua deh, berarti aku tergolong people pleaser ya haduhh

    BalasHapus
  6. Wah, artikel berikutnya bakal tips agar keluar dari moral people pleasure nih. Tul ga?

    BalasHapus
  7. Ada baiknya kita sedikit egois untuk membahagiakan diri sendiri. Nice info kak

    BalasHapus
  8. Kenapa semua poin di atas ada di aku ya? :D Aku kayaknya termasuk people pleaser deh, huhuhu. Tapi sekarang baru mencoba untuk jadi lebih cuek dan mengurangi kata maaf untuk hal-hal yang nggak perlu.

    BalasHapus
  9. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  10. Kayaknya aku people pleaser banget deh. Gimana nih Kak tips-tips untuk orang yang semacam ini :(

    BalasHapus
  11. Hmm, hampir semua poin ada di saya sih. Kecuali no 3 dan 5. Saya suka meminta maaf tapi memang jika itu adalah kesalahan saya, sekecil apapun masalahnya. Cuma yang sering terjadi adalah saya merasa bersalah pada sesuatu yang menurut orang lain itu bukan hal yang salah, hehe.

    BalasHapus
  12. termasuk gak ya aku ... gampang kepikiran dan merasa bersalah ...

    BalasHapus
  13. Melihat ulasan nya termasuk banget nih.

    BalasHapus
  14. Sepertinya aku pernah jadi people pleaser, tapi sekarang gak mau lagi kak... Aku capek 😢

    BalasHapus
  15. Nomor 2 menurut saya bisa juga sebagai ciri orang yang pemalu.
    Biasanya orang pemalu tidak begitu nyaman jika ada yang terlampau memuji, misalkan.
    Sehingga dia akan memberikan complimentary/ sanjungan kepada yang memberikannya pujian.

    BalasHapus