People Pleaser berasal dari 2 kata yaitu, people yang
berarti orang dan pleaser yang berarti menyenangkan. Bila diartikan
secara utuh, definisinya adalah seseorang yang ingin menyenangkan orang lain.
Apakah menjadi people pleaser adalah hal yang baik dan positif? Dari
definisinya, kita bisa mengetahui bahwa dengan ingin menyenangkan orang lain,
kita bisa saja mengorbankan diri sendiri. Kita akan menempatkan orang lain
sebagai prioritas utama di atas diri kita, melakukan sesuatu agar orang lain
senang walau perlu mengabaikan diri kita. Ciri-ciri di bawah ini bisa
menandakan kamu termasuk people pleaser.
1.
Kamu selau khawatir jika ucapanmu akan menyakiti
orang lain
“Aduh, kira-kira aku uda bener nggak ya ngomong ke dia
tadi? Takutnya dia marah …”
Kamu mungkin
sering bertanya-tanya dalam diri, apakah ucapanmu menyakiti orang lain padahal kamu
juga pasti berusaha agar tidak berucap yang akan menyinggung perasaan. Namun,
dirimu saja yang terus-terusan khawatir
yang belum tentu seperti itu.
2.
Kamu sulit mengakui untuk berterima kasih kepada
diri sendiri
“Ah … nggak juga kok, kalian yang lebih hebat dari aku …”
Pernah
merasakan pencapaian karena usaha diri sendiri, lalu apa tanggapanmu? Pernahkah
kamu berterima kasih kepada diri sendiri atas perjuangan yang sudah dirimu
upayakan? Kamu mungkin akan menutupinya, seolah karena kamu sedang beruntung
saja dan menganggap dirimu masih di bawah dari orang lain.
3.
Kamu sering meminta maaf untuk sesuatu yang
bukan kesalahanmu
“Aduh maaf ya perkataan temanku yang malah menyinggung
perasaanmu”
Terkadang
penggunaan kata maaf yang sering atau berlebihan dan itu bukan murni
kesalahanmu tidaklah baik, karena akan menimbulkan perasaan semakin bersalah
dalam diri jika seseorang yang diberikan permintaan maaf malah semakin kesal
sebab bukan kamu yang bersalah.
4.
Kamu enggan meminta bantuan orang lain
Kamu
tidak membiarkan orang lain untuk membantumu di saat kamu merasa sulit. Kamu lebih
memilih memendamnya sampai pikiran dan hati benar-benar overload karena dihadapi
sendiri. Alasannya sederhana, kamu takut merepotkan orang lain dan tidak ingin
orang lain tahu kondisi terburukmu, sedangkan setiap manusia pasti tidak luput
dari bantuan orang lain.
5.
Kamu ingin tampil sesuai dengan pandangan orang
lain terhadapmu
Kamu
tidak menjadi dirimu sendiri, melainkan mengubah dirimu berdasarkan pandangan
orang lain dan membuatmu harus tampil sempurna. Kamu berpura-pura bahagia,
senang, tidak murung dan lain-lain demi untuk mendapat simpatik orang lain.
6.
Kamu memilih menghindar daripada harus terlibat
perselisihan
Kamu
tidak ingin terlalu ambil pusing dengan perselisihan yang terjadi. Kamu lebih
menarik diri agar tak ingin mengambil langkah yang salah, dengan cara menerima
kata setuju atau sepakat. Padahal jauh di hatimu, kamu ingin menyanggah dan
mengeluarkan pendapat.
7.
Kamu selalu bersedia menanggung pekerjaan orang
lain
Kamu
tidak bisa berkata nggak atau menolak jika ada yang meminta bantuanmu untuk
mengerjakan pekerjaan orang lain. Iya, kamu takut mengecewakan orang lain
dengan sikap penolakanmu, padahal kamu sendiri juga sedang sibuk-sibuknya.
8.
Kamu bertanya dalam diri apakah memiliki
kesalahan pada orang lain
“Kenapa dia tiba-tiba diemin aku, ya? Apa aku uda bikin
salah?”
Kamu menjadi sensitive
ketika seseorang berlaku berbeda kepadamu dan tidak seperti biasanya. Kamu
menerka alasan dia seperti berbeda karena ada masalah dengan kamu, kamu pun
menjadi tidak enak dan menyalahkan diri sendiri tanpa bertanya. Padahal bisa
saja seseorang itu sedang memiliki masalah pribadi.
9.
Kamu menjadi ladang bala bantuan pertama dari
orang lain
Karena
seringnya kamu berusaha membuat orang lain senang sampai diri sendiri kamu
abaikan, orang lain menjadikanmu sebagai tempat pertama kali untuk bisa
dimintai tolong. Kamu merasa membantu orang lain itu adalah hal yang baik dan
positif. Iya benar, tetapi akan berbeda jika kamu menjadi mudah dimanfaatkan. Nah,
mari untuk memikirkan kebahagiaan untuk diri sendiri juga, kita tidak bisa
menyenangkan semua orang.
Sumber referensi:
Duh, kok aku jadi ngerasa people pleaser banget setelah baca ini ☹️
BalasHapusYa, terkadang akupun seperti itu. Suka nggak enakan sm orang lain, heuheuheu
BalasHapusAku berasa people pleaser banget. Kata temen-temenku aku termasuk orang yang ga enakan, dan itu kadang malah bahaya buat kita sendiri..
BalasHapusWih, jadi bisa menilai diri sendiri
BalasHapusDari sekian list diatas kayaknya aku pernah semua deh, berarti aku tergolong people pleaser ya haduhh
BalasHapusWah, artikel berikutnya bakal tips agar keluar dari moral people pleasure nih. Tul ga?
BalasHapusAda baiknya kita sedikit egois untuk membahagiakan diri sendiri. Nice info kak
BalasHapusKenapa semua poin di atas ada di aku ya? :D Aku kayaknya termasuk people pleaser deh, huhuhu. Tapi sekarang baru mencoba untuk jadi lebih cuek dan mengurangi kata maaf untuk hal-hal yang nggak perlu.
BalasHapusKomentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapusKok mirip mirip aku ya ...duh
HapusKayaknya aku people pleaser banget deh. Gimana nih Kak tips-tips untuk orang yang semacam ini :(
BalasHapusHmm, hampir semua poin ada di saya sih. Kecuali no 3 dan 5. Saya suka meminta maaf tapi memang jika itu adalah kesalahan saya, sekecil apapun masalahnya. Cuma yang sering terjadi adalah saya merasa bersalah pada sesuatu yang menurut orang lain itu bukan hal yang salah, hehe.
BalasHapustermasuk gak ya aku ... gampang kepikiran dan merasa bersalah ...
BalasHapusMelihat ulasan nya termasuk banget nih.
BalasHapusSepertinya aku pernah jadi people pleaser, tapi sekarang gak mau lagi kak... Aku capek 😢
BalasHapusNomor 2 menurut saya bisa juga sebagai ciri orang yang pemalu.
BalasHapusBiasanya orang pemalu tidak begitu nyaman jika ada yang terlampau memuji, misalkan.
Sehingga dia akan memberikan complimentary/ sanjungan kepada yang memberikannya pujian.