Sabtu, 21 Maret 2020

Sepertinya Kamu Kecewa

Maaf, apakah aku telah menancapkan panah tepat hatimu?
Hingga tersayatpun kau tak lekas membaik
Maaf, apakah senyumku terasa tawar untukmu?
Sampai –sampai tatapanmu tak setenang luruhnya awan
Mengapa lengking suaramu tak menggema?
Yang selalu renyah akan tawa dan gemulai
Kepadaku, jelas – jelas mengenalmu lebih dari purnama malam
Padaku, yang senantiasa menjadi teduhmu kala gerimis bertandang
Barangkali aku telah mematahkan sayap terkuatmu
Barangkali anganmu padaku tak dapat melebur utuh
Atau kau sedang membangun dinding terkokoh
Untuk bentangkan jarak terlebar padaku
Untuk tidak membawa hati mengangkasa lebih erat lagi
Maaf, jika belum ada renjana pada kedua bola mata sayuku
Tanpa perlu kau pertegas dengan gurat wajah acuhmu
Aku berasumsi
Sepertinya kamu kecewa, Tuan

0 komentar:

Posting Komentar