Berbicara
paras seorang perempuan, maka penyebutan sifatnya adalah dengan kata cantik.
Atau dengan penyebutan yang lain, semisal baik hati atau kalem. Tak jarang pula
ada yang ahli memberikan saran seperti, kamu cantik kalau pakai baju ini
atau kamu nggak pantes pakai baju itu. Beberapa pernyataan tersebut bisa saja menjadi hal yang risih untuk perempuan-perempuan sensitif seperti saya,
apa-apa terlalu memikirkan kata orang. Namun, bisa juga tidak bagi perempuan-perempuan
yang menerima kritik untuk penampilannya. Apakah pernyataan cantik itu relatif
sudah tak berlaku lagi atau sudah tergantikan?.
Banyak
perempuan yang dianggap wajahnya biasa saja, tetapi jika dipoles berubah
menjadi cantik, tak jarang dianggap kalah dengan yang terlihat kesan pertama
memang cantik. Sampai hal tersebut tak luput dengan dikaitkannya jomlo atau
tidaknya dilihat dari paras. Kalau paras yang biasa saja, akan dibilangnya coba
perawatan, biar ada yang suka. Berbeda lagi pernyataannya dengan paras yang
cantik, padahal cantik gitu tapi kok masih jomlo. Mungkin karena beda kasus,
jadi beda isi perkataannya.
Saya
juga mengalaminya dan bisa lebih dari beberapa kali. Awalnya saya kesal,
mengapa tidak melihat kelebihan lain dari diri saya selain parasnya. Bahkan
saya yang pendiam saja masih saja disalahartikan, padahal seorang perempuan bukankah
tidak perlu terlalu mengumbar, tetapi katanya harus agresif dan menarik.
Apapun itu saya berpikir kembali, mungkin tidak seluruh perkataan memiliki
unsur negatif saja, melainkan juga ada sisi positif yang diambil. Jujur, saya
malas sekali dengan pikiran nanti mau pakai baju apa, atau berhias diri
lama-lama di depan kaca. Saya simple, saking simplenya, banyak
teman perempuan saya yang geregetan terhadap saya. Coba lebih feminim lagi,
katanya.
Feminim
yang seperti apa dan bagaimana lagi?, batin saya geram. Dan
perlahan saya agak mengerti dan mulai mengerti bahwa saya memang seharusnya
bagaimana. Terkadang memang butuh waktu untuk melakukan perubahan, dan saya
bisa dibilang kategori yang slow dan santuy ya untuk masalah
penampilan. Terkadang apa yang tidak kita bayangkan sebelumnya, lalu kita mencoba
malah menjadi hal yang di luar dugaan. Hal itu sekedar pembuktian bahwa iya aku
bisa sepertinya, yang selalu beberapa orang bandingkan ia dengan saya. Dan bagi
saya, semua perempuan pastilah cantik entah dari sisi yang mana. Baik dia
berkacamata ataupun tidak, baik dia berlesung pipi atau tidak, baik dia bergigi
gingsul atau tidak. Semua cantik. Bukankah seperti itu?.
Seiring
waktu, perubahan itu ada. Tidak perlu terburu-buru, jika hatimu masih enggan,
lantas harus bagaimana lagi. Menunggu hatimu menerima dengan lapang, maka mereka
akan terkejut dengan perubahanmu. Jangan lupa selalu cintai dirimu dengan
segala kelebihan dan kekuranganmu …
0 komentar:
Posting Komentar