Selasa, 31 Maret 2020

Perempuan dan Parasnya


Berbicara paras seorang perempuan, maka penyebutan sifatnya adalah dengan kata cantik. Atau dengan penyebutan yang lain, semisal baik hati atau kalem. Tak jarang pula ada yang ahli memberikan saran seperti, kamu cantik kalau pakai baju ini atau kamu nggak pantes pakai baju itu. Beberapa pernyataan tersebut bisa saja menjadi hal yang risih untuk perempuan-perempuan sensitif seperti saya, apa-apa terlalu memikirkan kata orang. Namun, bisa juga tidak bagi perempuan-perempuan yang menerima kritik untuk penampilannya. Apakah pernyataan cantik itu relatif sudah tak berlaku lagi atau sudah tergantikan?.

Banyak perempuan yang dianggap wajahnya biasa saja, tetapi jika dipoles berubah menjadi cantik, tak jarang dianggap kalah dengan yang terlihat kesan pertama memang cantik. Sampai hal tersebut tak luput dengan dikaitkannya jomlo atau tidaknya dilihat dari paras. Kalau paras yang biasa saja, akan dibilangnya coba perawatan, biar ada yang suka. Berbeda lagi pernyataannya dengan paras yang cantik, padahal cantik gitu tapi kok masih jomlo. Mungkin karena beda kasus, jadi beda isi perkataannya.

Saya juga mengalaminya dan bisa lebih dari beberapa kali. Awalnya saya kesal, mengapa tidak melihat kelebihan lain dari diri saya selain parasnya. Bahkan saya yang pendiam saja masih saja disalahartikan, padahal seorang perempuan bukankah tidak perlu terlalu mengumbar, tetapi katanya harus agresif dan menarik. Apapun itu saya berpikir kembali, mungkin tidak seluruh perkataan memiliki unsur negatif saja, melainkan juga ada sisi positif yang diambil. Jujur, saya malas sekali dengan pikiran nanti mau pakai baju apa, atau berhias diri lama-lama di depan kaca. Saya simple, saking simplenya, banyak teman perempuan saya yang geregetan terhadap saya. Coba lebih feminim lagi, katanya.

Feminim yang seperti apa dan bagaimana lagi?, batin saya geram. Dan perlahan saya agak mengerti dan mulai mengerti bahwa saya memang seharusnya bagaimana. Terkadang memang butuh waktu untuk melakukan perubahan, dan saya bisa dibilang kategori yang slow dan santuy ya untuk masalah penampilan. Terkadang apa yang tidak kita bayangkan sebelumnya, lalu kita mencoba malah menjadi hal yang di luar dugaan. Hal itu sekedar pembuktian bahwa iya aku bisa sepertinya, yang selalu beberapa orang bandingkan ia dengan saya. Dan bagi saya, semua perempuan pastilah cantik entah dari sisi yang mana. Baik dia berkacamata ataupun tidak, baik dia berlesung pipi atau tidak, baik dia bergigi gingsul atau tidak. Semua cantik. Bukankah seperti itu?.

Seiring waktu, perubahan itu ada. Tidak perlu terburu-buru, jika hatimu masih enggan, lantas harus bagaimana lagi. Menunggu hatimu menerima dengan lapang, maka mereka akan terkejut dengan perubahanmu. Jangan lupa selalu cintai dirimu dengan segala kelebihan dan kekuranganmu …

0 komentar:

Posting Komentar