Selasa, 24 Maret 2020

Panggung Relawan Kampus


“Relawan tidak dibayar bukan karena tak berharga, melainkan karena tak ternilai”

Ungkapan tersebut telah mewakili arti dari relawan itu sendiri. Relawan merupakan tugas yang mulia, ia sukarela membantu secara pikiran dan tenaga kepada orang-orang yang membutuhkan tanpa pamrih dan imbalan. Terkadang hanya dengan senyum tulus dari mereka yang dibantu, sudah cukup membayar jerih lelah para relawan. Jiwa relawan dapat dibentuk jika memang memiliki niat dan siap berbagi.

Mungkin banyak yang bertanya bagaimana cara menjadi relawan. Jika jiwa kita terpanggil untuk menjadi relawan, kita bisa mengikuti komunitas-komunitas relawan dengan bidang sesuai dengan yang kita minati. Contohnya saja relawan pengajar di desa pelosok, relawan literasi untuk anak-anak di desa, relawan kemanusiaan, atau bisa relawan lingkungan dan sosial. Banyak sekali jenis-jenis relawan tergantung minatnya seperti apa. Bergabung dengan komunitas relawan dapat menambah kebermanfaatan kita kepada sesama dan membuat kita selalu bersyukur dengan keadaan.

Saya sejak di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) telah mengikuti organisasi di bidang kemanusiaan dan kesehatan yaitu PMR atau UKS, kemudian berlanjut di tingkat perguruan tinggi mengikuti Korp Sukarela (KSR). Pemahaman saya tentang relawan mulai terbentuk saat saya bergabung di KSR, meskipun disana adalah organisasi yang identik dengan perencanaan program kerja, tetapi ia tak lepas juga dengan kegiatan kemanusiaan. Saya mengenal prinsip dasar gerakan dari sana sebagai pedoman yang perlu diingat dan diaplikasikan dalam bertugas kemanusiaan di lapang.

Kegiatan kemanusiaan yang saya ikuti sejauh ini masih berkutat di lingkungan kampus. Kampus saya baik itu Unit Kegiatan Kampus (UKM) lingkup universitas atau fakultas selalu melibatkan KSR sebagai tim medi di kegiatan mereka. Banyak pengalaman yang saya dapatkan dari sana, contohnya dengan membantu memberikan pertolongan pertama kepada peserta Pendidikan dan Pelatihan (DIKLAT) Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM), diantaranya yang pernah saya tangani adalah keluhan demam, vertigo, kram perut, serta luka ringan.

Saya bersama teman – teman harus selalu siap dan siaga jika tiba – tiba terjadi sesuatu dengan memberikan pelayanan kesehatan atau pertolongan pertama, karena dengan pengalaman seperti itu membuat saya mempraktikan ilmu saya selama di KSR. Hal tersebut juga membuat saya harus sabar dalam memberikan pelayanan atau penanganan, karena tidak sedikit dari peserta yang mengeluh sakit dengan keadaan yang berbeda – beda, semisal menangis karena menahan sakit atau bertanya tentang gejala dari keluhan yang dialaminya.

Terkadang saya dianggap berasal dari jurusan kesehatan oleh peserta – peserta yang berbeda fakultas, karena kegiatan yang saya lakukan ranahnya dekat sekali dengan kemanusiaan atau kesehatan, dan padahal bukan. Kerap juga ada yang bertanya, “alasan ikut KSR apa mbak” atau “kegiatan di KSR apa aja sih mbak”. Dan saya seperti perempuan – perempuan pada umumnya, yang menjawab dengan banyak penjelasan. Selain itu saya juga pernah menjadi penjaga posko mudik lebaran di tempat rantau saya bersama PMI. Dari sana saya belajar dan memperoleh pengalaman.

Pengalaman lainnya adalah pada saat menjadi tim medis di kegiatan pengenalan kampus untuk mahasiswa baru, disini saya bersama teman – teman berkolaborasi dengan teman – teman tim medis dari fakultas keperawatan dan kedokteran. Ini yang menambah pertemanan karena bertemu dengan teman – teman lintas fakultas dengan minat yang sama dan saling berbagi pengalaman. Di balik semua itu, saya selalu bersyukur dengan apa yang saya lakukan dan merasa ingin lebih banyak membantu.

Teman – teman saya di luar kampus dan mengikuti KSR memiliki pengalaman yang berbeda – beda sebagai relawan, mungkin bisa saja melebihi saya. Terkadang sudah merasa cukup lama berada di KSR, tetapi keterlibatan saya sebagai relawan untuk masyarakat luas yang lingkungannya rawan bencana selalu saya anggap kurang. Mungkin saya harus lebih berpikir positif dan terus belajar mengasah kesiapan saya dari orang – orang yang sering diterjunkan ke ranah itu, akan ada nantinya saya ditugaskan dan membantu sesuai kemampuan saya, semoga.

0 komentar:

Posting Komentar