“Relawan tidak dibayar bukan karena
tak berharga, melainkan karena tak ternilai”
Ungkapan
tersebut telah mewakili arti dari relawan itu sendiri. Relawan merupakan tugas
yang mulia, ia sukarela membantu secara pikiran dan tenaga kepada orang-orang
yang membutuhkan tanpa pamrih dan imbalan. Terkadang hanya dengan senyum tulus
dari mereka yang dibantu, sudah cukup membayar jerih lelah para relawan. Jiwa
relawan dapat dibentuk jika memang memiliki niat dan siap berbagi.
Mungkin
banyak yang bertanya bagaimana cara menjadi relawan. Jika jiwa kita terpanggil
untuk menjadi relawan, kita bisa mengikuti komunitas-komunitas relawan dengan
bidang sesuai dengan yang kita minati. Contohnya saja relawan pengajar di desa
pelosok, relawan literasi untuk anak-anak di desa, relawan kemanusiaan, atau
bisa relawan lingkungan dan sosial. Banyak sekali jenis-jenis relawan
tergantung minatnya seperti apa. Bergabung dengan komunitas relawan dapat
menambah kebermanfaatan kita kepada sesama dan membuat kita selalu bersyukur
dengan keadaan.
Saya
sejak di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) telah mengikuti organisasi di bidang
kemanusiaan dan kesehatan yaitu PMR atau UKS, kemudian berlanjut di tingkat
perguruan tinggi mengikuti Korp Sukarela (KSR). Pemahaman saya tentang relawan
mulai terbentuk saat saya bergabung di KSR, meskipun disana adalah organisasi
yang identik dengan perencanaan program kerja, tetapi ia tak lepas juga dengan
kegiatan kemanusiaan. Saya mengenal prinsip dasar gerakan dari sana sebagai
pedoman yang perlu diingat dan diaplikasikan dalam bertugas kemanusiaan di
lapang.
Kegiatan
kemanusiaan yang saya ikuti sejauh ini masih berkutat di lingkungan kampus. Kampus
saya baik itu Unit Kegiatan Kampus (UKM) lingkup universitas atau fakultas
selalu melibatkan KSR sebagai tim medi di kegiatan mereka. Banyak pengalaman yang
saya dapatkan dari sana, contohnya dengan membantu memberikan pertolongan
pertama kepada peserta Pendidikan dan Pelatihan (DIKLAT) Unit Kegiatan
Mahasiswa (UKM), diantaranya yang pernah saya tangani adalah keluhan demam,
vertigo, kram perut, serta luka ringan.
Saya
bersama teman – teman harus selalu siap dan siaga jika tiba – tiba terjadi
sesuatu dengan memberikan pelayanan kesehatan atau pertolongan pertama, karena
dengan pengalaman seperti itu membuat saya mempraktikan ilmu saya selama di
KSR. Hal tersebut juga membuat saya harus sabar dalam memberikan pelayanan atau
penanganan, karena tidak sedikit dari peserta yang mengeluh sakit dengan
keadaan yang berbeda – beda, semisal menangis karena menahan sakit atau
bertanya tentang gejala dari keluhan yang dialaminya.
Terkadang
saya dianggap berasal dari jurusan kesehatan oleh peserta – peserta yang
berbeda fakultas, karena kegiatan yang saya lakukan ranahnya dekat sekali dengan
kemanusiaan atau kesehatan, dan padahal bukan. Kerap juga ada yang bertanya, “alasan ikut KSR apa mbak” atau “kegiatan di KSR apa aja sih mbak”. Dan saya
seperti perempuan – perempuan pada umumnya, yang menjawab dengan banyak
penjelasan. Selain itu saya juga pernah menjadi penjaga posko mudik lebaran di
tempat rantau saya bersama PMI. Dari sana saya belajar dan memperoleh
pengalaman.
Pengalaman
lainnya adalah pada saat menjadi tim medis di kegiatan pengenalan kampus untuk
mahasiswa baru, disini saya bersama teman – teman berkolaborasi dengan teman –
teman tim medis dari fakultas keperawatan dan kedokteran. Ini yang menambah pertemanan
karena bertemu dengan teman – teman lintas fakultas dengan minat yang sama dan
saling berbagi pengalaman. Di balik semua itu, saya selalu bersyukur dengan apa
yang saya lakukan dan merasa ingin lebih banyak membantu.
Teman
– teman saya di luar kampus dan mengikuti KSR memiliki pengalaman yang berbeda
– beda sebagai relawan, mungkin bisa saja melebihi saya. Terkadang sudah merasa
cukup lama berada di KSR, tetapi keterlibatan saya sebagai relawan untuk
masyarakat luas yang lingkungannya rawan bencana selalu saya anggap kurang.
Mungkin saya harus lebih berpikir positif dan terus belajar mengasah kesiapan
saya dari orang – orang yang sering diterjunkan ke ranah itu, akan ada nantinya
saya ditugaskan dan membantu sesuai kemampuan saya, semoga.
0 komentar:
Posting Komentar