Kamis, 26 Maret 2020

Loyalitas Tanpa Batas

“Beberapa memilih untuk hilang, beberapa memilih untuk tidak melanjutkan, tetapi mereka yang tetap bertahan adalah barisan orang yang kuat”

 Loyalitas Tanpa Batas, sebuah tiga kata yang mudah diucapkan tapi untuk praktiknya butuh daya tahan yang kuat. Bagaimana tidak? Ketika seseorang dengan berani mengucapkan tiga kata itu, dia harus rela menempa dirinya di zona yang tidak nyaman, harus ikhlas mengabdi di sebuah proses yang rumit. Menurutku sebuah organisasi adalah wadah berpikir bagaimana cara mempertahankan dan mengembangkan penghuninya di dalam organisasi.

 Berawal dari aku yang ingin aktif pada kegiatan di kampus, sehingga mempertemukanku pada sebuah organisasi kemanusiaan yaitu Korps Sukarela (KSR). Bukan kali pertama aku mengenalnya, tetapi sejak di bangku Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) aku telah mengikuti Palang Merah Remaja (PMR) yang memang bergerak di bidang kemanusiaan. Organisasi yang berada di bawah  naungan Palang Merah Indonesia (PMI) itu membuatku selalu ingin mengembangkan diri menjadi sukarelawan yang aktif. Melalui KSR, aku mendapatkan banyak proses yang menempaku, dari sini aku diberi amanah menjadi pengurus dan puncaknya yaitu menjadi ketua umum. Aku tak pernah membayangkan mendapat posisi menjadi seorang ketua, karena aku merasa belum memiliki sikap leadership yang mumpuni. Beberapa anggapan orang menilaiku aktif disini, karena hal itulah yang mengantarkanku pada posisi pemilihan ketua. Aku yang awalnya ragu, pada akhirnya memutuskan untuk bersedia menjadi ketua. Hal yang terpintas saat itu adalah aku bisa menjadi pribadi yang lebih baik lagi dan berani mencoba memimpin. 

 Ketika memilih sebuah pilihan, maka aku harus siap menerima risiko yang akan datang, semisal kesibukan yang harus kujalani setiap harinya. Selain itu banyak hal yang harus kukorbankan, semisal jatah pulangku ke kampung halaman yang harus tertunda lama, jatah tidurku yang harus terlarut malam, termasuk memahami sifat – sifat individu yang kupimpin.  Aku berfikir bagaimana menjadi seorang ketua yang seharusnya, terkadang apa yang sudah kulakukan ternyata masih ada yang kulewatkan. Awal menjadi ketua dihadapkan pada beberapa individu yang ingin mengundurkan diri dari jabatannya. Beberapa obrolan kulakukan sampai memotivasinya untuk tetap lanjut. Seketika berhasil, tetapi perasaan khawatir itu tetap ada, karena alasan setiap individu untuk bertahan berbeda – beda, tetapi yang pasti mereka tetap bertahan adalah karena dianggap ada dan  tidak diacuhkan. 

 Terkadang mendengar kata – kata kita adalah satu organisasi, kerja-kerja bareng, capek ya bareng. Mendengar itu mungkin menyenangkan jika dilakukan dengan bersama-sama, tetapi jika hanya tumpang tindih, maka itu akan terasa memberatkan. Ada yang bersedia meluangkan waktu dan pikirannya untuk organisasi, namun ada pula yang perlu berpikir panjang untuk bersedia. Banyak kendala yang ditemui maka butuh banyak kepala untuk memberikan soulsi, juga membutuhkan pertahanan yang kuat untuk saling mendukung. Sampai pada akhir jabatan, aku hanya dapat mempertahankan mereka yang benar – benar bertahan, mengajak kembali mereka yang mulai goyah, dan melepas dengan berat mereka yang memilih untuk tidak melanjut. Aku mungkin tak terlalu kuat untuk mempertahankan, tapi mengapa tidak jika kita saling mempertahankan. Kehilangan disini menceritakan tentang sebuah organisasi dimana ketika tidak ada orang-orang yang menghidupkan organisasi, maka organisasi itu tidak akan berjalan.

 Aku menerka bagaimana kriteria seseorang disebut loyal, apakah dia yang aktif di semua kegiatan, tetapi kemudian tiba-tiba saja pergi atau dia yang tak pernah diperhitungkan tetapi memberi dampak yang besar bagi organisasi. Apapun itu hanya menjadi penilaian dari masing – masing individu dan yang dapat dilakukan adalah menjaga baik hubungan yang sudah dibangun layaknya sebuah keluarga, karena banyak hal telah dilalui suka maupun duka. Ketika seseorang memilih untuk bertahan dengan kondisi yang menekannya maka beri dia apresiasi, dengan begitu dia akan merasa dianggap ada.

0 komentar:

Posting Komentar