Jumat, 13 Juli 2018

Tak Ingin Terlelap


Malam ini seharusnya aku bisa tidur lebih cepat, namun hasrat kantuk itu tak kunjung datang dan tak segera membawaku ke alam mimpi. Aku hanya termenung sembari menunggu terpejamnya mata ini. Ada alasan mengapa aku tak segera membaringkan diri, selain rasa kantuk yang sebenarnya adalah proses sadarku untuk mengantarkan sinyal ke otak untuk jangan tidur terlebih dulu. Aku tidak ingin malam cepat berganti pagi, aku ingin menungguinya hingga menjadi saksi pergantian pukul 23.59 menjadi pukul 00.00 . Bagiku malam perlu dijaga, aku tak ingin melewatkannya begitu saja, bahkan ingin menghabiskan malam ini dengan sebuah perenungan. Ada banyak hal terlintas dalam memoriku, dari paling rumit hingga sesuatu yang mudah. Mereka diam – diam mengobrak abrik isi kepalaku.

Malam ini kutuntaskan saja segala dilema yang menestapakan raga, kuusaikan saja lekuk penat yang menyangkarkan hati. Sebab aku ingin benar – benar bebas. Tetapi malam terlanjur tiba, sebelum sempat kutuntaskan segala dilema itu. Sore tak memberiku aba – aba, jikalau malam akan segera tiba dan akhirnya kurelakan saja lelapku pada malam.

Tak terlelap sampai menunggu subuh datang, sampai matahari muncul dari peraduannya, dan aku masih saja terjaga. Terlelap membutuhkan keikhlasan untuk melepas letih, membiarkan mimpi membawamu menjelajah.

0 komentar:

Posting Komentar