Kamis, 12 Juli 2018

Secarik Tentang Rumah


Rumah akan selalu jadi hal terhangat. Dindingnya bercerita tentang jejakmu kala kecil. Kala kamu menangis sesenggukan. Kala tawamu pecah karena gelitikan jenaka. 

Rumah tak akan lekang oleh kenangan. Sebab dari rumah kau mengenal arti rindu. Sebab darinya kau menyesapi setiap sendu. Tentang kepulangan yang selalu ditunggu.Tentang ceritamu yang perlu kau tabur. 

Tetapi menunggu tak seasik kau menukar tawa. Bahkan tak seasik kau bernyanyi. Biarkanlah doa yang menjagamu tuk tetap sehat. Tak ada yang lebih iba dari penantian. Ditunggunya jeda yang indah tuk tunaikan temu. Sebab waktu belum jua memberi ruang jeda. 

Kepada kalian sosok ayah dan ibu. Tabahlah pada anakmu yang merantau. Ia pada waktunya akan kembali rumah. Rumah yang hangat.

0 komentar:

Posting Komentar