Rumah
akan selalu jadi hal terhangat. Dindingnya bercerita tentang jejakmu kala
kecil. Kala kamu menangis sesenggukan. Kala tawamu pecah karena gelitikan
jenaka.
Rumah tak akan lekang oleh kenangan. Sebab dari rumah kau mengenal arti
rindu. Sebab darinya kau menyesapi setiap sendu. Tentang kepulangan yang selalu
ditunggu.Tentang ceritamu yang perlu kau tabur.
Tetapi menunggu tak seasik kau
menukar tawa. Bahkan tak seasik kau bernyanyi. Biarkanlah doa yang menjagamu
tuk tetap sehat. Tak ada yang lebih iba dari penantian. Ditunggunya jeda yang
indah tuk tunaikan temu. Sebab waktu belum jua memberi ruang jeda.
Kepada
kalian sosok ayah dan ibu. Tabahlah pada anakmu yang merantau. Ia pada waktunya
akan kembali rumah. Rumah yang hangat.
0 komentar:
Posting Komentar