Selasa, 06 September 2016

Tentang Aku yang Menulis - 1

Aku mulai suka menulis ketika aku masih duduk di bangku SD tepatnya di kelas 5 atau 6. Menulis disini bukan berarti menulis tugas dari guru, tetapi menulis apa yang diimajinasikan dalam pikiranku. Tak banyak orang tahu tentang hal ini, karena mereka memang tak bertanya :D. Aku pada waktu itu sudah bisa menulis cerpen tentang persahabatan, ya cocok lah dengan usiaku pada waktu itu, dulu perwatakan tokoh yang aku kenal adalah protagonis dan antagonis, sehingga yang ku tahu jika protagonis adalah tokoh yang berhati lembut dan selalu dijahati, dan antagonis identik dengan sifat yang pemarah dan suka memerintah. Haha betapa lucunya aku waktu itu, aku begitu antusias menggambarkan tokoh – tokoh yang aku bentuk sendiri sembari menuliskan dialog yang pas. Aku menuliskannya di buku tulis, karena pada waktu itu, aku belum kepikiran untuk mengetiknya di microsoft word, maklum masih terlalu dini untuk berpikir ke arah sana hehe. Setiap ada kejadian apa, selalu kutulis, atau mungkin aku coret - coret dan dibayangkan kembali. Terkadang saking gemesnya aku pernah mencoret – coret dinding rumah dengan bolpoian atau spidol. Aku mencoretkan sebuah nama, kadang sebuah harapan. Sungguh masa – masa kecil yang begitu lugu, bebas berekspresi sesuka hati.
Tentang buku yang kubaca, aku tak punya buku bacaan pada waktu itu, imajinasiku menulis hanya dari buku bahasa Indonesia yang berisi cerita pendek. Iya kesukaan ku dalam membaca terlihat pada waktu SD, ketika aku mendapatkan buku pelajaran baru, yang pertama aku cari adalah cerita pendek. Terkadang aku juga mempraktikkan dialog yang ada pada cerita itu, entahlah memang aneh mengapa aku suka dengan dunia itu :D . Padahal anak seusiaku dulu malah menyukai boneka, sedangkan yang kusuka malah buku bacaan yang bergambar. Boneka malah dulu aku hanya punya satu yang aku beri nama farkan, tapi sekarang hilang entah kemana L .
Selain buku bacaan, aku sudah mengenal dengan yang namanya komik, aku suka membaca komik karena tertular dari kakak laki – laki ku, dia suka sekali mengoleksi komik, bahkan cd anime . Tidak tanggung – tanggung, komik yang kubaca sejenis naruto, dragon ball, detective conan, yang membutuhkan tingkat pemahaman yang tinggi . Bayangkan aku yang SD sudah membaca komik yang seperti itu hehe. Tapi aku tak pernah merasa jenuh, aku selalu menikmatinya, bahkan aku bisa menghabiskan waktu seharian untuk membaca komik, kadang terbersit rasa syukur karena bisa dikelilingi komik yang seabrek itu :v .
Bila berbicara tentang tulisan tangan, tulisan tanganku dulu tidak sebagus yang sekarang, dulu tulisanku begitu semrawut nggak karuan, tapi karena aku sering menulis di buku tulis dalam artian menulis cerpen, maka tulisan tanganku lambat laun mulai bagus, bahkan waktu SMK selalu diberi kepercayaan untuk menulis di papan tulis hehe.  Kadang juga sering dimintai tolong menuliskan nama lengkap temanku di bukunya, karena mereka bilang tulisanku yang paling bagus, padahal mereka nggak tau kalau dulunya tulisan tanganku begitu semrawut haha.
Kemudian hal yang membuatku bahagia dalam menuliskan cerita adalah ketika cerpen yang kutulis dibawa adikku ke sekolah untuk dibaca teman – temannya dan hasilnya mereka suka. Adikku bercerita bahwa teman – temannya begitu senang saat mebaca cerpenku. Oh ya dulu bukan cerpen namanya, kunamai dengan cerbung ( cerita bersambung ) hehe. Ada kebahagiaan tersendiri untukku, tapi sedihnya adalah aku tak pernah bisa mengakhiri cerbung yang kugarap :D karena saking semangatnya dan tiba – tiba berhenti  begitu saja hehe. Aku ingin membaca kembali cerbung – cerbung yang kubuat untuk sekedar mengenang masa lalu, tapi cerbung – cerbung itu ketelisut atau mungkin sudah diloakkan. Ah miris sebenarnya, aku rindu sekali cerbung – cerbung itu, bahkan waktu SMK aku bisa menulis sampai satu buku tulis penuh, tapi sekarang aku tak tahu apa aku bisa melakukan itu. Ah jika aku boleh berharap, aku berharap bisa dipertemukan dengan cerbung – cerbung yang sudah kutulis, meskipun rasanya tidak mungkin, tapi tidak ada yang tidak mungkin bagi Tuhan. Aku ingin menunjukkan cerbung itu pada seseorang, ah bukan, lebih bijaknya ke beberapa orang bahwa aku punya kenangan menulis …


0 komentar:

Posting Komentar