Senin, 05 September 2016

--Rasa Sendiri--

Semacam kesendirian yang tak berujung, aku memangku beribu harap agar kelak semesta mengetahuinya. Tapi sudahlah, bahkan angin tak begitu menghiraukanku, menyelinap begitu saja, menerbangkan segala lamunanku.

Aku mendekap diriku sendiri, merenung sendirian. Tak kah ada yang bersedia menemani walau hanya sekedar berbagi senyum padaku? Ah aku memang terlalu banyak berharap.  

Langit yang terbentang begitu luas, aku menatapnya dari bawah, hatiku mencoba tegar setegar-tegar nya. Entahlah sepertinya langit disana mengisyaratkanku untuk tak bersedih, dan lugunya aku untuk menurutinya.  Tapi mungkin hal tersakit adalah selalu percaya dan selalu sabar. Dua hal yang menurutku tak akan bisa dilakukan hanya dengan semangat tapi juga dengan segenggam rasa ikhlas yang teramat runtuh. 



0 komentar:

Posting Komentar