--Rasa
Sendiri--
Semacam
kesendirian yang tak berujung, aku memangku beribu harap agar kelak semesta
mengetahuinya. Tapi sudahlah, bahkan angin tak begitu
menghiraukanku, menyelinap begitu saja, menerbangkan segala lamunanku.
Aku
mendekap diriku sendiri, merenung sendirian. Tak kah ada yang bersedia menemani
walau hanya sekedar berbagi senyum padaku? Ah aku memang terlalu banyak
berharap.
Langit
yang terbentang begitu luas, aku menatapnya dari bawah, hatiku mencoba tegar
setegar-tegar nya. Entahlah sepertinya langit disana mengisyaratkanku untuk tak
bersedih, dan lugunya aku untuk menurutinya. Tapi mungkin hal
tersakit adalah selalu percaya dan selalu sabar. Dua hal yang menurutku tak
akan bisa dilakukan hanya dengan semangat tapi juga dengan segenggam rasa
ikhlas yang teramat runtuh.
0 komentar:
Posting Komentar