Lihatlah selaksa
peristiwa masa lalu itu …
Yang menggemakan
seruntun peperangan…
Yang menghabisi
kaum – kaum tak bersalah…
Mengurung ribuan
rakyat dalam kenestapaan…
Membungkam mulut –
mulut rakyat agar mereka tunduk…
Mereka rampas
segala daya rakyat…
Dan kau tahu?...
Damai kala itu
masih seperti angan angan…
Damai seperti
seonggok janji yang tak bersua…
Damai begitu
mengerikan untuk dilamunkan…
Damai kala itu
begitu merenggut banyak darah…
Tengoklah sejarah besar Negeri kita…
Para
pahlawan memerjuangkan butir – butir kemerdekaan..
Yang dengan gagahnya melawan maju menembus
peluru…
Hingga kaum tertindas dapat merasakan
damai…
Damai yang tanpa pertentangan…
Damai yang tanpa diskriminasi…
Damai yang melengkungkan semangat kesatuan…
Perdamaian yang dilandasi kesatuan…
Akan melahirkan keadilan dan keharmonisan…
Jember, 8 April
2016
Note : Puisi ini
dibikin untuk ikutan lomba puisi dalam rangka Harlah PMII yang ke-56, tapi
nggak ada kejelasan dari lomba ini :D . Jadi daripada terkurung dalam buku
tulis, mending dilepas bebas dalam blog hehe. Puisi ini tema nya tentang
perdamaian, jadi aku ambil konsep tentang perbandingan perdamaian yang sekarang
dengan perdamaian yang dahulu sebelum Kemerdekaan.
0 komentar:
Posting Komentar