Kamis, 02 September 2021

Pembelajaran Tatap Muka Terbatas di Kotaku

         

sumber foto: elemen digitals/unsplash


           Tepatnya hari ini sudah dimulai kembali Pembelajaran Tatap Muka Terbatas. Awalnya PTM terbatas di kotaku sudah dimulai sejak tanggal 23 Agustus 2021, sayangnya selang berapa hari kemudian mendadak naik level 4 sehingga kembali pembelajaran daring. Namun, sekarang aku bisa melihat wajah-wajah mereka yang semangat dengan seragam batiknya. Ah, suasana sekolah ini rasanya menjadi ramai. Hal yang selalu dirindukan oleh para guru dan juga siswa. Tak sedikit siswa menanyakan kapan tatap muka dimulai, mereka sepertinya mulai bosan hanya di rumah saja menatap pembelajaran melalui layar ponsel. Mereka ingin segera keluar dan menikmati rasanya bersekolah, ditambah bertemu dengan teman-teman yang super asik.

Tetapi para guru hanya dapat memberikan jawaban iya sabar, dan juga mengeluhkan kapan bisa bersua dengan siswa siswi. Kendala para guru di pembelajaran daring adalah tidak bisa memantau secara langsung siswa siswi jika mereka ada kesulitan. Keinginan para guru dan siswa terkabul dengan dimulainya PTM, tetapi ada syarat-syaratnya yaitu tentunya melakukan protokol kesehatan dan vaksinasi. Sebelum PTM terbatas ini dimulai, SATGAS di sekolah sudah melakukan persiapan dari mengadakan vaksinasi untuk para siswa, menyiapkan handsanitizer dan juga tempat mencuci tangan.

Selain itu, karena pembelajarannya terbatas maka yang diperbolehkan sekolah tatap muka adalah kelas X dan XII (di tingkat SMA/SMK), sedangkan kelas XI tetap pembelajaran daring. Itu pun untuk kelas X dan XII masih dibatasi lagi dengan kapasitas siswa di kelas adalah 50% dari jumlah siswa. Walaupun begitu, hal itu tidak menyurutkan semangat para siswa, terlihat dari sigapnya mereka setelah mendapat informasi PTM, esoknya mereka datang sesuai jam pelajaran.

Namun, terkhusus siswa yang belum vaksin masih dengan pembelajaran daring. Pada PTM terbatas ini, siswa masuk sekolah dari pukul 07.30 sampai 09.30 dan imbauannya adalah mereka langsung pulang, tidak boleh berkerumun lama di sekolah. Pelajaran yang diterima pun hanya 1 mata pelajaran dalam 1 hari. Hal itu untuk mengantisipasi agar tidak terlalu banyak guru yang bertemu dengan siswa.

Guru pun sudah siap mengajar siswa yang sudah lama ingin dijumpai, apalagi untuk kelas X yang harus sering mengenali para gurunya. Tidak lucu kalau ada siswa yang ingin mengumpulkan tugas tetapi tidak tahu nama gurunya, sampai-sampai salah menyebut dengan nama mapel yang diajar, misal Bu Bahasa Inggris.Iya, tentunya dengan memakai masker akan sulit mengenali para guru, tetapi tidak menjadikan hal itu adalah beban.

Begitulah potret PTM terbatas pada hari ini (2/9/2021), semoga kotaku tidak naik level lagi, malahan lebih baiknya bisa turun, sehinga para siswa dapat merasakan lebih lama pembelajaran tatap muka walau terbatas. Bagaimana dengan kota kalian? Apakah sudah menerapkan PTM terbatas? Semangat pejuang pendidikan!

10 komentar:

  1. Waah, sudah tatap muka ya Kak. Kalau boleh tahu daerah mana Kak? Semangat, Kak. Semoga sehat selalu yaa.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya kak alhamdulillah, di Banyuwangi jawa timur.

      Hapus
  2. Halo kak... Kota mana ini kak? Semangat selalu ya..

    BalasHapus
  3. Balikpapan masih daring.
    Semoga pandemi cepat berlalu kasihan anak-anak pelajaran endak bisa maximal kalau daring.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya kak aamiin, semoga di Balikpapan bisa segera daring

      Hapus
  4. Di Cikarang beluuum.. masih online kak 👍

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah semangat kak, semoga bisa segera tatap muka

      Hapus
  5. Alhamdulillah sudah tatap muka.. 😍🙏

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alhamdulillah kak, tapi masih tetep ada daring juga

      Hapus