Perempuan pendiam dan
tak banyak bicara. Mungkin ciri-ciri tersebut cocok
disematkan untuk diri saya. Pendiam, banyak orang yang mengenal saya terutama
teman – teman di bangku sekolah dengan sifat itu. Bahkan tak jarang memberikan
label ‘kuper’ kurang pergaulan. Saya
rasa mereka mungkin benar, saya merasa bahwa aku berbeda. Tak suka dengan
pembicaraan panjang, lebih memilih menarik diri, juga terkadang bisa sangat
sensitif. Saya selalu kesulitan untuk membaur dengan teman – teman. Banyak
stigma negatif yang terlontar pada saya, bahkan tak sedikit yang menjauhi.
Sejak saat itu saya cenderung tidak dapat percaya dengan orang, hanya orang tertentu
saja yang menjadi teman saya. Itu yang membuat saya sulit memahami diri saya
sendiri. Namun, itu semua saya hadapi dengan sikap cuek dan bodo amat saja.
Lambat
laun saya mulai mengenal apa itu introvert. Saya mencari arti kata itu melalui
laman google pencarian, introvert
adalah orang yang berorientasi ke ‘dalam’ diri mereka sendiri. Maksudnya adalah
si introvert bisa menghabiskan waktu dengan merenung dan berpikir dalam
pikirannya sendiri. Selain itu, ia tidak bisa lama – lama berinteraksi dengan
orang lain. Iya, saya merasakan hal itu, saya lebih banyak memendam daripada
membicarakan langsung.
Meskipun
ternyata ada pengertian jelas tentang sifat saya ini, tetapi tidak semua orang
mampu memahami. Mereka lebih menyukai karakter yang ekspresif dan kagum dengan
seseorang yang cenderung bisa mengutarakan pikirannya. Lantas apakah si julukan
introvert tidak berhak dikagumi?
Sisi
Introvert juga memiliki keunggulan tersendiri salah satunya yang orang lain
rasakan di dalam diri saya ialah makna sabar. Menurut banyak orang, saya
termasuk orang yang sabar, bahkan sangat sabar. Saya pun tidak tahu mengapa
setiap orang mengenal saya mengatakan hal itu. Padahal saya sangat keras pada
diri saya sendiri. Namun, terkadang saya juga merasa sebal dengan orang – orang
yang mengatakan bahwa saya tidak bisa marah. Mereka tidak pernah tahu saja,
bahwa saya sangat berhasil dalam menyembunyikan amarah. Dan tak perlulah untuk
menunjukkan itu.
Menjadi
yang dianugerahi introvert bukanlah menjadi sesuatu yang pelik. Iya awalnya
memang sulit, tetapi setelah kalian sadar bahwa tidak ada yang melebihi cinta
kalian pada diri sendiri kecuali diri kalianlah sendiri, maka bersyukurlah.
Kalian adalah penyeimbang begitu pula dengan si ekstrovert. Tidak mungkin semua
orang mahir berbicara tanpa ada sepasang telinga yang mendengar. Tidak mungkin
juga semua orang tegar mendengarkan tanpa ada yang berseru memulai cerita.
Semua orang hanya perlu memahami tanpa harus menghakimi.
Introvert
itu unik, kalian hanya perlu tahu apa potensi, minat, dan bakat kalian. Setelah
kalian tahu apa yang menjadi keunggulan kalian, asa terus dan percaya dirilah.
Mereka yang melihat kalian begitu kecil sekali, akan memperhatikan kalian yang
bersinar.
“Saya jadi
teringat dengan bagian quotes dari teman kecil saya yang diunggah pada story
whatsappnya dan sepertinya cocok diselipkan di sini. Ada orang yang kelihatan
jarang ngomong, padahal kita gak tahu sekompleks apa yang sebenarnya dia
pikirkan. Ada orang yang kelihatan sabar terus, padahal kita gak tahu seberusaha
apa dia menjaga perasaan orang lain.”
Bagus ide artikelnya kak, banyak orang terkenal introvert juga
BalasHapusSetiap orang pasti punya kekurangan dan kelebihan ☺