Aku tersudut di pojok kebodohan tak bertepi
Aku tersekat pada sangkar pembelengguan
Mataku dibuat tak bernetra
Tanganku bertopang dagu pada keapatisan
dunia
Mengapa tak kau angkat pena mu?
Mengapa tak kau gerakkan lentik jemarimu?
Menuliskan sekedar kisah mereka yang
terpinggirkan
Mendeklamasikan jerit mereka pada carik
kertasmu
Tapi engkau enggan untuk beraksi
Kemana anak muda sekarang
Yang selalu dielu-elukan membawa perubahan
pada Negeri ini
Mana yang kita sebut pemuda bangsa
Yang selalu diagung-agungkan menjadi tumpuan
Negara
Hei Pemuda
Apa yang kan kau lakukan pada rakyat –
rakyat ini
Jika tak kau baca peristiwa – peristiwa yang
telah terjadi
Bagus puisi nya.. 👍😎
BalasHapus