Senin, 09 Maret 2020

Maaf Saya Seorang Introvert


Perempuan pendiam dan tak banyak bicara. Mungkin ciri -  ciri tersebut cocok disematkan untuk diri saya. Pendiam, banyak orang yang mengenal saya terutama teman – teman di bangku sekolah dengan sifat itu. Bahkan tak jarang memberikan label ‘kuper’ kurang pergaulan. Saya rasa mereka mungkin benar, saya merasa bahwa aku bebeda. Tak suka dengan pembicaraan panjang, lebih memilih menarik diri, juga terkadang bisa sangat sensitif. Saya selalu kesulitan untuk membaur dengan teman – teman. Banyak stigma negatif yang terlontar pada saya, bahkan tak sedikit yang menjauhi. Sejak saat itu saya cenderung tidak dapat percaya dengan orang, hanya orang tertentu saja yang menjadi teman saya. Itu yang membuat saya sulit memahami diri saya sendiri. Tetapi itu semua saya hadapi dengan sikap cuek dan bodo amat saja.

Lambat laun saya mulai tahu tentang introvert. Seperti pengertian dari google pencarian, introvert adalah orang yang berorientasi ke ‘dalam’ diri mereka sendiri. Maksudnya adalah si introvert bisa menghabiskan waktu dengan merenung dan berpikir dalam pikirannya sendiri. Selain itu, ia tidak bisa lama – lama berinteraksi dengan orang lain. Iya, saya merasakan hal itu, saya lebih banyak memendam daripada membicarakan langsung.

Meskipun ternyata ada pengertian jelas tentang sifat saya ini, tetapi tidak semua orang mampu memahami. Mereka lebih menyukai karakter yang ekspresif dan kagum dengan seseorang yang cenderung bisa mengutarakan pikirannya. Lantas apakah si julukan introvert tidak berhak dikagumi?
Sisi Introvert juga memiliki kunggulan tersendiri salah satunya yang orang lain rasakan di dalam diri saya ialah makna sabar. Menurut banyak orang, saya termasuk orang yang sabar, bahkan sangat sabar. Saya pun tidak tahu mengapa setiap orang mengenal saya mengatakan hal itu. Padahal saya sangat keras pada diri saya sendiri. Tetapi terkadang saya juga merasa sebal dengan orang – orang yang mengatakan bahwa saya tidak bisa marah. Mereka tidak pernah tahu saja, bahwa saya sangat berhasil dalam menyembunyikan amarah. Dan tak perlulah untuk menunjukkan itu.

Menjadi yang dianugerahi introvert bukanlah menjadi sesuatu yang pelik. Iya awal memangnya sulit, tetapi setelah kalian sadar bahwa tidak ada yang melebihi cinta kalian pada diri sendiri kecuali diri kalianlah sendiri, maka bersyukurlah. Kalian adalah penyeimbang begitu pula dengan si ekstrovert. Tidak mungkin semua orang mahir berbicara tanpa ada sepasang telinga yang mendengar. Tidak mungkin juga semua orang tegar mendengarkan tanpa ada yang berseru memulai cerita. Semua orang hanya perlu memahami tanpa harus menghakimi.

Introvert itu unik, kalian hanya perlu tahu apa potensi, minat, dan bakat kalian. Setelah kalian tahu apa yang menjadi keunggulan kalian, asa terus dan percaya diri lah. Mereka yang melihat kalian begitu kecil sekali, akan memperhatikan kalian yang bersinar.

0 komentar:

Posting Komentar