Sabtu, 29 Februari 2020

Sepasang Mata

Kamu mentapku angkuh,,
Seolah aku tinggal seonggok yang tak berdaya,,
Kamu menatapku nyalang,,
Seperti buas yang siap menyergap sekitarnya,,
Adakah sepasang mata yang benar sahaja melihatku?
Melihat paling dalamnya relung,,
Lantas sepasang mata yang lain turut bersorak padaku,,
Bersorak memberi selamat atas runtuhku,,
Apakah aku sedang membuat dosa?
Pada kalian yang kusebut cawan bercerita,,
Pada kalian tempat pertamaku bersua bersama,,
Parahnya, barangkali memang aku tak pernah lekat dalam hati mereka,,
Pada dinding kamar yang sepakat menjadi kawanku,,
Pada hujan yang selalu berhasil menghapus teriknya keluh,,
Seharusnya saya sadar sepasang mata tak akan berkelit,,
Bahwa saya hanya sekedar pelengkap tanpa dapat menggenapkan.

0 komentar:

Posting Komentar