Selasa, 26 Juni 2018

Keluar dari Sangkar Jeda



Hampir satu tahun lamanya, aksaraku tak berkicau di blog hunianku. Awalnya blog ini pelarianku dari menulis diary dan juga termotivasi dari salah seorang yang aktif sekali nge-blog, namun sayang blog ini harus terjeda sedemikian lamanya. Aku memberi headline blog ini dengan judul “Senja di Langit Sendu” yang filosofisnya adalah, diriku penyuka senja karena warnanya yang jingga dan menghangatkan. Ia mengajarkan untuk selalu tabah, walau kehadirannya hanya sesaat tapi ia bisa memberikan kehangatan bagi sekelilingnya. Tak akan ada habisnya jika membicarakan sebuah senja, senja erat kaitannya dengan pantai. Jika aku menyukai senja maka akupun menyukai pantai, karena disanalah senja tenggelam. Disanalah pengakuan paling terpurukku tercurah, meski hanya melalui batin, tapi semilir anginnya begitu menyejukkan. Langit sendu, ia terbentang luasnya hingga aku bisa memandangnya di semua waktu. Aku menganggap langit itu sendu, karena di bayanganku ia dapat membaca isi hatiku yang menyendu. Hanya dengan menengadahkan wajahku, aku yang kalut harus berusaha baik – baik saja.

Blog ini hanya berisi tulisan – tulisan puitis dari empunya, jadi serasi sekali dengan pembaca yang hatinya sedang kalut, gundah gulana. Bukan berarti mengajak pembaca untuk baper bersama, tapi ini adalah salah satu media untuk mengekspresikan perasaan. Seperti kutipan instagram yang menghipnotis pikiranku ialah “Jika romantis kau sebut lebay, peduli dan bertanya kau sebut kepo, berpendapat kau sebut curhat, dan menunjukkan suatu perasaan kau bilang baper, lalu kapan kau bisa menghargai orang lain?”

Jadi, segeralah bergegas untuk saling menghargai. Di dunia ini banyak sekali macam manusia, salah satunya orang dengan tipe penyuka puisi. Bahkan tanpa sadar dengan nada sinis kita malah memenjarakan ide mereka. Berpuisi itu seni dan indah. Jika kita menganggapnya aneh, maka apa artinya sastra hadir di tengah – tengah bahkan sejak dahulu kala.

Maka dari itu bagi kalian pembaca penyuka sastra terutama puisi, baca dan selami blog ini. Tak ada salahnya menyukai sastra puisi dan bagi kalian yang kurang menyukai, kalian bisa perlahan memahami arti sebuah puisi, mungkin kalian bisa menemukan keindahannya di ujung sana.

Jember, 26 Juni 2018
Miss Puitis^^


0 komentar:

Posting Komentar