Hampir satu tahun
lamanya, aksaraku tak berkicau di blog hunianku. Awalnya blog ini pelarianku
dari menulis diary dan juga termotivasi dari salah seorang yang aktif sekali
nge-blog, namun sayang blog ini harus terjeda sedemikian lamanya. Aku memberi headline blog ini dengan judul “Senja di Langit Sendu” yang filosofisnya adalah, diriku penyuka
senja karena warnanya yang jingga dan menghangatkan. Ia mengajarkan untuk selalu tabah,
walau kehadirannya hanya sesaat tapi ia bisa memberikan kehangatan bagi
sekelilingnya. Tak akan ada habisnya jika membicarakan sebuah senja, senja erat kaitannya dengan pantai. Jika aku
menyukai senja maka akupun menyukai pantai, karena disanalah senja tenggelam.
Disanalah pengakuan paling terpurukku tercurah, meski hanya melalui batin, tapi
semilir anginnya begitu menyejukkan. Langit sendu, ia terbentang luasnya hingga
aku bisa memandangnya di semua waktu. Aku menganggap langit itu sendu, karena di
bayanganku ia dapat membaca isi hatiku yang menyendu. Hanya dengan
menengadahkan wajahku, aku yang kalut harus berusaha baik – baik saja.
Blog ini hanya berisi
tulisan – tulisan puitis dari empunya, jadi serasi sekali dengan pembaca yang
hatinya sedang kalut, gundah gulana. Bukan berarti mengajak pembaca untuk baper
bersama, tapi ini adalah salah satu media untuk mengekspresikan perasaan. Seperti
kutipan instagram yang menghipnotis pikiranku ialah “Jika romantis kau sebut
lebay, peduli dan bertanya kau sebut kepo, berpendapat kau sebut curhat, dan
menunjukkan suatu perasaan kau bilang baper, lalu kapan kau bisa menghargai
orang lain?”
Jadi, segeralah
bergegas untuk saling menghargai. Di dunia ini banyak sekali macam manusia,
salah satunya orang dengan tipe penyuka puisi. Bahkan tanpa sadar dengan nada
sinis kita malah memenjarakan ide mereka. Berpuisi itu seni dan indah. Jika
kita menganggapnya aneh, maka apa artinya sastra hadir di tengah – tengah bahkan
sejak dahulu kala.
Maka dari itu bagi
kalian pembaca penyuka sastra terutama puisi, baca dan selami blog ini. Tak ada salahnya menyukai sastra puisi dan bagi kalian yang kurang menyukai, kalian bisa perlahan memahami arti sebuah puisi, mungkin kalian bisa menemukan keindahannya di ujung sana.
Jember, 26 Juni 2018
Miss Puitis^^
0 komentar:
Posting Komentar