Jumat, 14 Oktober 2016

Sosok Ayah Ibu...


--Sosok ayah bagiku seperti sebuah jaket yang selalu kukenakan ketika hawa dingin menjalari tubuhku, beliau begitu hangat, meniupkan sekedar semangat dalam hatiku yang mungkin beku. Merangkulku dalam setiap doa'nya, mengusap pelan kepala ini sembari mengucap pepatah bijaknya. Beliau mengajakku untuk berani bermimpi, mengantarkanku untuk terus berjuang, menemaniku dan menjagaku ketika seseorang atau bahkan semua orang membuatku sakit. Disaat tak ada yang mempercayaiku, beliau mempercayaiku dan meletakkan segala harapan padaku.Beliau menyayangiku tanpa batas.

Sedangkan ...


--Sesosok Ibu, yang hatinya begitu mulia, lebih mulia dari berlian sekalipun, seperti sebuah payung yang memayungiku ketika semua hal menghujamku dengan sadisnya, beliau menjagaku tatkala hujan turun untuk sekedar menjauhkanku dari pekatnya dingin, memelukku ketika ku sakit, mengangkatku ketika mulai tersandung langkah ini. Ibu bagiku adalah perempuan yang luar biasa--


--Dan aku, adalah alasan mereka untuk tetap bertahan, ketika ku kembali ke rumah, kudapati mereka menyambutku dengan senyum yang begitu tulus, menanyakan bagaimana kabarku, memperhatikanku seperti anak kecil yang baru pulang bermain. Iya kasih sayang seorang Ayah dan Ibu tiada tara, tiada berbatas...

~Catatan anak rantau selepas dari rumah
Inten Tamimi

0 komentar:

Posting Komentar