Seberapa sering kau mengharap hadirku?
Ke dalam lingkaran magnetmu yang aku pun tak ingin
lekas keluar
Seberapa inginnya kau berada di sekitarku?
Menuju duniaku yang akan memberimu banyak binar
Apakah pengharapan akan aku sama dengan harapku
padamu?
Apakah inginmu juga sama besarnya dengan inginku
terhadapmu?
Menantimu dengan sangat rintih adalah hal biasa
bagiku
Namun menantiku apa kau juga merasa sangat rintih?
Jangan-jangan
memang aku saja yang menggebu
Memintamu melakukan hal
yang aku inginkan
Sementara kau hanya bergeming
Memintaku untuk
menunggu tanpa tahu kapan
Memintaku untuk tak
terburu tanpa tahu pasti
Kau tahu, menantimu
sudah menjadi aktivitasku
Tak apa, aku sudah
terbiasa dengan skenario ini
Jangan tanya apa yang
kuinginkan
Sebab berulang kali kau
selalu mendengarnya sampai telingamu bosan
Sampai kau juga geram
padaku
Sampai aku pun merasa
kesal pada keadaan ini
Mengapa menanti seakan
menjadi tugas yang dibebankan padaku?
Semoga ada ujung
bahagia dari sini
Semoga ada titik kau
mengerti
Bahwa menanti juga
membutuhkan tenaga untuk tak berharap lebih
Semoga kau menyadari
Bahwa tak ada yang akan
tabah menunggumu selain aku

0 komentar:
Posting Komentar