Bagaimana kau menafsirkan gelap yang memekik pekat?
Perlukah kuberikan cahaya kunang-kunang yang setiap
malam kutangkap?
Bagaimana kau menerjemahkan terang yang memecah
benderang?
Perlukah kukirimkan mendung muram untuk enyahkan
terang?
Bila ada asumsi keliru membumbung tinggi
Bisakah ia ditafsirkan dengan gelap pekat?
Jika ada persepsi hakiki mengangkasa rendah
Dapatkah ia diterjemahkan terang benderang?
Atau sebaliknya kita terbelenggu dengan sudut
pandang gelap terang
Mengedepankan ego seolah kita yang hakiki
Tanpa peduli klarifikasi apa yang dijembatani
Mengenyampingkan fakta bahwa semua orang bisa salah
Tanpa memahami bahwa sempurna juga tak selalu ada
0 komentar:
Posting Komentar