Postingan blog pertama kali setelah mangkrak beberapa bulan adalah tentang dunia kerja. Ini barangkali bisa menjadi ranah curhatan saya tentang sangat produktifnya mencari pekerjaan, saking produktifnya, kebanyakan lamaran kerja yang saya masukkan tak berujung dengan panggilan interview, mentok hanya sampai di depan pintu kantor. Miris sekali ya ! Namun, tekad saya tak pernah padam, semangat kian menggelora, tetapi pikiran dan hati kadang juga merasa lelah, sampai membatin apa ada yang salah dengan diri saya? Sampai juga berpikir apakah ada orang lain yang pernah mengalami seperti saya. Tidak bisa dihitung sudah berapa banyak surat lamaran yang saya print beserta CV nya dan map cokelatnya, karena jika dihitung membuat hati tambah teriris !
Namun di balik itu semua, saya berpikir mungkin ini yang dimaksud dengan dunia kehidupan setelah lulus kuliah, benar-benar mencari dan menemukannya sendiri. Pikiran tentang ingin kembali ke masa kuliah tiba-tiba terlintas begitu saja. Iya, melamar pekerjaan benar-benarlah sulit, batinku, tetapi berbeda jika ada orang dalam. Ahh ... saya jadi terhasut dengan kelakar-kelakar semacam itu yang bilang , kalau nggak ada orang dalam, nggak akan bisa dapat kerja. Ingin sekali mematahkan argumen itu, tetapi nyatanya diri ini juga belum bisa membuktikannya.
Dari berjuangnya memburu lowongan kerja, membuat saya memetik hikmah yaitu melatih kesabaran dan lebih banyak berdoa. Banyaknya ketidakpastian yang saya toreh dibanding dengan mendapat kepastian tanggal interview, saya menjadi terbiasa dan berlapang dada. Kalimat pembangkit saya adalah, iya mungkin belum rezeki saya. Betapapun saya bersedih hati, gunda gulana, sampai mungkin jungkir balik, kesempatan yang lain barangkali sedang antri untuk dimunculkan. Meskipun saya tidak tahu kapan waktu itu akan tiba, tetapi keikhlasan untuk mau menerima rasa gagal juga bentuk dari kekuatan, dan dari itu akan ada pembelajaran yang baik.
Sepanjang itu, saya habiskan dengan mengikuti beberapa komunitas literasi online. Saya ingin mulai menumbuhkan minat literasi yang sudah lama tidak dihidupkan. Dengan begitu, saya tidak akan gelagapan bila nanti ada keajaiban dipanggil interview dan ditanya kesibukan selama mengganggur, saya akan mantap menjawab ‘menulis’ ! Selain itu saya juga belajar etika dalam melamar pekerjaan, juga persiapan interview. Iya, ini mungkin yang dinamakan seseorang harus merasakan gagal dulu agar dia dapat mengerti apa yang salah.
Sampai saat ini, saya masih menjadi pemburu lowongan kerja. Semoga saja hari baik itu akan tiba dan dapat menambah value dalam diri saya. Apapun itu jangan letih mencoba dan tetap semangat.
0 komentar:
Posting Komentar