Menulis
dan membaca adalah dua kegiatan yang saya sukai sejak di bangku sekolah. Tulisan
pertama yang saya tulis adalah cerita tentang persahabatan, iya tema yang
sesuai dengan usia saya pada waktu itu. Tulisan tersebut ditulis di secarik
kertas, saya kumpulkan jadi satu kemudian saya staples berupa seperti sebuah
buku. Setelah itu yang menjadi bagian yang saya senangi adalah ketika adik saya
membawa tulisan – tulisan itu untuk dibaca teman – temannya. Respon mereka baik
setelah membaca semuanya sampai menanti cerita selanjutnya. Oh iya ada yang
terlupa, kumpulan tulisan itu saya beri nama cerbung, “cerita bersambung”. Saya
menjadi heran, apakah teman – teman adik saya yang tuntas membaca cerita saya,
tidak merasa terganggu dengan tulisan saya yang lumayan abstrak?. Karena memang
saya menuliskannya bukan dengan ketikan komputer tetapi dengan manual tangan.
Lambat laun saya menuliskannya
dengan mengalir tanpa henti. Sampai suatu saat saya vakum menulis cerita
bersambung itu, tepatnya saat sudah di bangku SMP. Cerbung itu tak tuntas
dituliskan dan menggantung begitu saja. Kemudian di SMP, saya mengenal tentang
puisi, dari situ saya seringkan untuk membaca. Barangkali bisa dibilang,
pelajaran Bahasa Indonesia adalah pelajaran favorit saya saat itu. Iya kemudian
sedikit – sedikit saya belajar menulis puisi. Tetapi kegiatan menulis saya pada
waktu SMP tidaklah rutin, entahlah mungkin salah satunya adalah faktor malas.
Pernah menjadi suatu pengalaman saya dalam mengasah keterampilan membaca saya
adalah ketika mengikuti lomba membaca berita. Sebelum lomba, saya belajar
menata intonasi, tanda baca, serta cara penyampaiannya. Iya, satu pengalaman
baru untuk saya, meskipun tidak memperoleh juara.
Kemudian
melanjut ke jenjang SMK, disini saya mulai benar – benar menulis puisi dan
melanjutkan menulis cerita pendek kemabali. Puisi ini seputar kejadian yang
saya alami, sednagkan cerita pendek ini temanya baru, tidak melanjutkan cerbung
yang dulu. Cerita pendek ini lebih ke fanfiction, jadi peran tokoh ceritanya
mengambil dari cast K-Pop. Untuk puisi dan cerita fanficton saya tuliskan di
sebuah buku tulis. Tak lupa sebagai referensi, saya harus membaca dan membaca.
Pada tahap ini, pembaca saya adalah teman sekelas saya sendiri dan juga
menyukai cerita saya. Sampai ada yang mengatakan untuk ditulis menjadi sebuah
novel saja, karena memang terlalu mengalirnya tidak terasa saya sudah
menghabiskan 1 buku menuliskan cerita fanfiction itu. Puisi pun juga sama,
banyak teman yang membaca dan suka, juga ada yang ingin dibuatkan puisi sesuai
dengan request mereka.
Dan
dari itu semua, julukan miss puitis terbit begitu saja dari anak – anak kecil
dekat rumah yang tahu saya suka menulis puisi. Teman – teman jika tahu alamat
blog saya, pasti tidak jauh dengan kata miss puitis dan isinya yang serba
puitis, karena nama itu saya dapatkan dari cetusan anak – anak kecil. Semua itu
adalah proses penempaan saya dalam mencari minat dan bakat saya. Sempat tidak
menulis, kemudian mencoba menulis kembali, memang benar rasanya ada yang kurang
jika apa yang kita sukai kemudian tidak kita lanjutkan. Berkaitan dengan
tulisan introvert sebelumnya, apakah ini berhubungan? Sebab introvert selalu
identik dengan menyalurkan pikirannya melalui tulisan. Kalau kalian yang
kebetulan sama seperti saya, apakah juga suka menulis? Atau ada yang kalian
sukai? Mungkin kita bisa bertukar cerita bersama.
0 komentar:
Posting Komentar