Selasa, 10 Maret 2020

Saya dan Pena


Menulis dan membaca adalah dua kegiatan yang saya sukai sejak di bangku sekolah. Tulisan pertama yang saya tulis adalah cerita tentang persahabatan, iya tema yang sesuai dengan usia saya pada waktu itu. Tulisan tersebut ditulis di secarik kertas, saya kumpulkan jadi satu kemudian saya staples berupa seperti sebuah buku. Setelah itu yang menjadi bagian yang saya senangi adalah ketika adik saya membawa tulisan – tulisan itu untuk dibaca teman – temannya. Respon mereka baik setelah membaca semuanya sampai menanti cerita selanjutnya. Oh iya ada yang terlupa, kumpulan tulisan itu saya beri nama cerbung, “cerita bersambung”. Saya menjadi heran, apakah teman – teman adik saya yang tuntas membaca cerita saya, tidak merasa terganggu dengan tulisan saya yang lumayan abstrak?. Karena memang saya menuliskannya bukan dengan ketikan komputer tetapi dengan manual tangan.

            Lambat laun saya menuliskannya dengan mengalir tanpa henti. Sampai suatu saat saya vakum menulis cerita bersambung itu, tepatnya saat sudah di bangku SMP. Cerbung itu tak tuntas dituliskan dan menggantung begitu saja. Kemudian di SMP, saya mengenal tentang puisi, dari situ saya seringkan untuk membaca. Barangkali bisa dibilang, pelajaran Bahasa Indonesia adalah pelajaran favorit saya saat itu. Iya kemudian sedikit – sedikit saya belajar menulis puisi. Tetapi kegiatan menulis saya pada waktu SMP tidaklah rutin, entahlah mungkin salah satunya adalah faktor malas. Pernah menjadi suatu pengalaman saya dalam mengasah keterampilan membaca saya adalah ketika mengikuti lomba membaca berita. Sebelum lomba, saya belajar menata intonasi, tanda baca, serta cara penyampaiannya. Iya, satu pengalaman baru untuk saya, meskipun tidak memperoleh juara.

Kemudian melanjut ke jenjang SMK, disini saya mulai benar – benar menulis puisi dan melanjutkan menulis cerita pendek kemabali. Puisi ini seputar kejadian yang saya alami, sednagkan cerita pendek ini temanya baru, tidak melanjutkan cerbung yang dulu. Cerita pendek ini lebih ke fanfiction, jadi peran tokoh ceritanya mengambil dari cast K-Pop. Untuk puisi dan cerita fanficton saya tuliskan di sebuah buku tulis. Tak lupa sebagai referensi, saya harus membaca dan membaca. Pada tahap ini, pembaca saya adalah teman sekelas saya sendiri dan juga menyukai cerita saya. Sampai ada yang mengatakan untuk ditulis menjadi sebuah novel saja, karena memang terlalu mengalirnya tidak terasa saya sudah menghabiskan 1 buku menuliskan cerita fanfiction itu. Puisi pun juga sama, banyak teman yang membaca dan suka, juga ada yang ingin dibuatkan puisi sesuai dengan request mereka.

Dan dari itu semua, julukan miss puitis terbit begitu saja dari anak – anak kecil dekat rumah yang tahu saya suka menulis puisi. Teman – teman jika tahu alamat blog saya, pasti tidak jauh dengan kata miss puitis dan isinya yang serba puitis, karena nama itu saya dapatkan dari cetusan anak – anak kecil. Semua itu adalah proses penempaan saya dalam mencari minat dan bakat saya. Sempat tidak menulis, kemudian mencoba menulis kembali, memang benar rasanya ada yang kurang jika apa yang kita sukai kemudian tidak kita lanjutkan. Berkaitan dengan tulisan introvert sebelumnya, apakah ini berhubungan? Sebab introvert selalu identik dengan menyalurkan pikirannya melalui tulisan. Kalau kalian yang kebetulan sama seperti saya, apakah juga suka menulis? Atau ada yang kalian sukai? Mungkin kita bisa bertukar cerita bersama.

0 komentar:

Posting Komentar