Jumat, 28 Oktober 2016

Mengupas Tentang Namaku



      Mungkin dari banyaknya orang yang baru mengenalku akan merasa rancu ketika mendengarkan namaku dan tidak jarang pula salah menyebut. Yah, mereka tidak salah, itu lumrah menurutku, karena nama ku memang tergolong unik dan jarang ada yang punya nama seperti itu. Terkadang bagian perkenalan adalah hal yang paling menjemukan, karena harus mengeja ulang per suku kata dan harus siap dengan pernyataan mereka “kok nama nya bukan intan aja?” . Wah, kamu bukan orang pertama yang bilang seperti itu, sudah ada banyak. Dan lagi aku memberikan jawaban yang sama yaitu yah karena ayahku asli orang Jogja, jadi nama anak – anak nya ada unsur jawa tengahnya hehe. Memang benar itu adalah alasan utama nya karena memang dari nama kakak dan adikku ada unsure jawanya. Tetapi, setiap orang tua tidak langsung asal mencomot kata dari bahasa jawa tanpa tahu maksud mereka memberikan nama itu kan? Iyap tepat, namaku juga memilikki sejarah sendiri.

        Pertama adalah nama depanku ,”Inten” yang bila diterjemahkan ke bahasa Indonesia adalah intan, berlian, atau permata. Berarti intinya adalah sebuah permata.  Ternyata tidak di jawa tengah saja yang ada nama “inten” ini, tetapi di jawa barat ada orang tua yang memberikan nama “inten”. Kemudian nama belakangku adalah “Tamimi” yang menurut ayah saya itu memilikki arti sempurna. Jadi bila dikaitkan secara keseluruhan memilikki arti yaitu sebuah permata yang sempurna.  Nah jadi itu arti dari nama lengkapku, tetapi masih ada satu rahasia lagi yang melatarbelakangi terciptanya namaku itu.

        Nama inten sendiri itu sebenarnya diadaptasi dari nama ibu menteri sosial pada era pemerintahan bapak soeharto yang memilikki nama lengkap, Endang Kusuma Inten Suweno. Ibu Menteri Sosial pada waktu itu menjabat sejak tanggal 17 Maret 1993 sampai 14 Maret 1998 dan pas sekali dengan kelahiranku yaitu tanggal 13 Januari 1998. Menurut ayahku, alasan mengambil nama itu karena nama inten masih tergolong unik dan tidak ingin sama dengan yang lain, juga karena ayahku memang suka politik pada waktu itu. Kemudian nama tamimi, banyak yang bilang tamimi itu kan dari bahasa arab ya, kamu keturunan arab? Sama sekali bukan, aku murni keturunan jawa hehe. Nah lagi – lagi, nama itu diadaptasi dari nama dari pengurus Organisasi Islam Muhammadiyah yaitu Jindar Tamimi. Ya alasan ngambil nama itu karena Ayahku memang orang Muhammadiyah :D


Nah itu lha asal usul dari namaku, nggak mungkin kan ketika ada yang tanya namaku, aku cerita panjang lebar gitu, palingan aku jawab karena Ayah memang asli Jogja, uda gitu doang :D . Kadang ngerasa minder juga sih, tapi nama memang pemberian orang tua dan merupakan doa dari kedua orang tua, aku pun mesti bersyukur karena namaku pun memilikki arti dan nggak sembarang orang tua ngasih. Apa yang dinilai orang lain, apa yang dilihat orang lain kadang hanya sebatas permukaan, mereka harus menyelam lebih dalam untuk tahu apa isi dari permukaan tersebut, begitulah dengan sebuah nama ataupun kepribadian. :)  

1 komentar: